Buntut Penyebaran Berita Bohong, Polri Akan Panggil Beberapa Orang

Buntut Penyebaran Berita Bohong, Polri Akan Panggil Beberapa Orang

SHNet, Jakarta Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, Polri akan memanggil sejumlah orang terkait kasus penyebaran berita bohong soal pengeroyokan aktivis Ratna Sarumpaet.

“Pelaku pembuat kegaduhan atau keonaran di masyarakat dengan menyebarkan berita bohong, ancamannya 10 tahun penjara atau kita bisa gunakan UU ITE kalau dia menyebarluaskan dengan teknologi,” katanya.

Menurut dia, penyebar hoaks kasus ini bisa dijerat dengan Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau UU ITE.

Saat ditanya mengenai status dari aktivis  Ratna Sarumpaet pada saat ini?. Setyo mengatakan,  dalam kasus ini  Ratna masih berstatus sebagai saksi. Namun demikian pihaknya enggan berspekulasi, apakah status Ratna nantinya bakal naik menjadi tersangka atau tidak.

“Proses penyidikan itu seperti mengumpulkan potongan puzzle. Nanti kalau sudah lengkap akan tergambarkan peran si A, si B apa,” katanya.

Seperti diketahui, hingga saat ini, Ratna belum dimintai keterangan oleh penyidik.  Sebelumnya, Ratna Sarumpaet dikabarkan dikeroyok orang tak dikenal di Bandara Huseinsastranegara, Bandung, Jabar, pada Jumat (21/9), usai menghadiri konferensi internasional.

Foto seseorang yang diduga Ratna pun beredar di media sosial dengan bengkak di bagian wajah. Dalam foto tersebut, diduga Ratna berada di sebuah ruangan di rumah sakit.

Padahal faktanya pada 21-24 September 2018, Ratna berada di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta, untuk menjalani prosedur sedot lemak di pipi.

Ratna pun mengakui bahwa cerita pengeroyokan dirinya adalah karangannya saja. Ia mengklaim awalnya cerita karangannya itu hanya untuk membohongi keluarganya pasca wajahnya bengkak akibat operasi sedot lemak. (Maya Han)