Bantuan Untuk Anak Korban Bencana Sulteng Disesuaikan Perkembangan Usianya

Bantuan Untuk Anak Korban Bencana Sulteng Disesuaikan Perkembangan Usianya

Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto foto bersama dengan anak-anak korban bencana di Sulawesi Tengah, Selasa (30/10). (Dok. Humas Kemensos)

SHNet, Palu- Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto mengatakan untuk efektifitas, ketepatan sasaran dan ketepatan manfaat, bantuan untuk anak-anak korban bencana di Sulawesi Tengah diberikan berdasarkan usia perkembangan anak.

“Ini bantuan spesial dan bersifat komprehensif, karena disesuaikan dengan umur anak-anak. Bantuan seperti ini jarang sekali diberikan oleh pihak lain,” katanya usai menyerahkan secara simbolis bantuan untuk anak-anak, penyandang disabilitas dan lansia di Palu, kemarin.

Ia mencontohkan, misalnya bantuan peralatan sekolah anak yang bisa langsung dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain paket bantuan yang bersifat materi, anak-anak juga mendapatkan pelayanan sosial, seperti Pondok Ceria Anak (PAC) untuk mengurangi beban dan trauma mereka yang harus terpisah dengan keluarga.

“Selain PAC yang diberikan pascatanggap darurat, kami juga menyiapkan program lanjutan seperti assesmen mendalam yang dibantu oleh para fasilitator dari berbagai daerah berupa terapi dan penanganan lain,” katanya.

Dirjen Edi berada di Palu untuk mewakili Menteri Sosial RI menyerahkan Bantuan Sosial sebanyak 250 paket secara simbolik kepada anak terdampak korban gempa dan tsunami di Palu. Bantuan sosial tersebut diberikan berupa perlengkapan sekolah, perlengkapan kebersihan dan makanan ringan. Untuk paket bantuan bagi para lansia, berupa sembako dan peralatan lansia. Sedangkan, untuk penyandang disabilitas diberikan tongkat dan kursi roda.

Penyerahan bantuan berlangsung di Jl Sungai Manonda Lorong Buvundala, Kel Duyu, Kec Tatanga, Kota Palu. Kegiatan tersebut didampingi Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Nahar, dan diikuti oleh ratusan anak-anak, penyandang disabilitas dan lansia. Terkait pendistribusian bantuan, lanjutnya, mengingat lokasi bencana yang tidak berada di satu titik, maka paket bantuan dibagikan secara bertahap.

“Pendistribusian bantuan sosial penanganan pascabencana kepada tiga klaster tersebut ke daerah-daerah lainnya akan menyusul dengan melibatkan forum LKSA yang lebih tahu kondisi lapangan, ” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Dirjen juga memberikan bantuan alat bantu secara simbolik untuk disabilitas sebanyak 600 unit dengan total Rp1.200.000.000, bantuan Unicef berupa baby kit dan child kit sebanyak 10.500 paket, serta bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia 530 orang dengan total Rp265.000.000 dan paket sembako untuk 250 lansia sejumlah Rp 50.000.000;. (Stevani Elisabeth)