Atiqah Hasiholan,Tutup Mulut Usai Diperiksa Seputar Kasus Ibunya RS

Atiqah Hasiholan,Tutup Mulut Usai Diperiksa Seputar Kasus Ibunya RS

SHNet, Jakarta – Selama empat jam lamanya, artis Atiqah Hasiholan diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya. Pemeriksaan terkait kasus  hoaks penganiayaan Ibunya Ratna Sarumpaet (RS).  Pengacara Atiqah, Insank Nasruddin, mengatakan pertanyaan lebih banyak seputar hubungan ibu dan anak.

” Empat jam lamanya dan pertanyaan hanya seputar hubungan orangtua dan anak saja. Hanya itu saja. Makanya pertanyaannya juga nggak banyak kan, karena banyak yang nggak beliau ketahui. Itu saja,” kata Insank di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Sejumlah saksi sudah diperiksa dalam kasus ini, yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Amien Rais, dan Plt Kadisparbud DKI Asiantoro. Ikut juga diperiksa sopir dan staf Ratna Sarumpaet. Dan kini, Atiqah Hasiholan juga turut diperiksa atas kasus yang membelit ibunya RS.

Atiqah tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 20.58 WIB, Selasa (23/10). Dia kemudian keluar dari ruang pemeriksaan pukul 01.30 WIB, Rabu (24/10) atau sekitar 4,5 jam.

Saat ditanya mengenai adanya pemeriksaan aliran dana bantuan Danau Toba untuk biayaya operasi ?. Insank langsung membantah, bahwa tidak ada pertanyaan tersebut.

“Nggak ada aliran dana, nggak ada, nggak ada. Nggak ada aliran dana, ya. Nggak ada itu. Persoalan itu nggak, persoalan itu nggak ada di sini,” tegasnya.

Terkait penangguhan penahanan Ratna, Insank masih menunggu surat resmi dari kepolisian mengenai perpanjangan masa penahanan. Insak mengatakan pihaknya masih mengkaji soal permohonan penangguhan penahanan itu.

“Kalau penangguhan, kami sedang memikirkan hal itu, apakah kita harus mohonkan kembali atau bagaimana, ya. Karena kami juga akan meminta kepada pihak penyidik mengenai perpanjangan tersebut karena kami tahu dari kawan-kawan media, bahwa sudah dilakukan perpanjangan, namun surat resminya saya belum melihat,” tuturnya.

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoaxuntuk membuat keonaran. Ratna disangkakan dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.

Ratna menjadi tersangka setelah polisi menerima laporan soal hoaxpenganiayaan. Ratna memang mengakui kebohongannya setelah polisi membeberkan fakta-fakta penelusuran isu penganiayaan. (Maya)