200 Massa Fretelin Beraksi Di Kantor Gubernur Timor

200 Massa Fretelin Beraksi Di Kantor Gubernur Timor

Dili, 24 Oktober 1974 – Suatu aksi massa berjumlah 200 orang telah dilancarkan lagi oleh Fretelin Rabu pagi di depan kantor Gubernur Timor Portugis di Dili.

Wartawan “SH” Samuel Pardede melaporkan bahwa demonstrasi pada pukul 09:00 pagi waktu setempat itu dilancarkan massa Fretelin (Frente Revolucionardo Timor Leste Independence) Front Revolusioner Pembebasan Timor bagian Timur. Secara spontan memprotes larangan penguasa Timor Portugis terhadap Fretelin untuk menyelenggarakan (mengisi) siaran melalui radio pemerintah di Dili.

Larangan tersebut dikeluarkan pemerintah hari Selasa, sehari setelah Menteri Koordinasi Wilayah Seberang Lautan Portugal Dr. Almeida Santos meniggalkan Dili kembali ke Lisbon.

Larangan tersebut dikatakan berlaku untuk dua bulan, sebelumnya ketiga partai politik lainnya yang ada di Timor Portugis masing-masing diberi waktu sekali seminggu selama 30 menit mengisi acara siaran radio pemerintah mengenai program dan kegiatan partai tersebut.

Komunis
Larangan mengadakan siaran radio bagi Fretelin tersebut dilakukan karena penguasa Timor Portugis menilai walah seorang aktivis Fretelin bernama Abileo Araujo sebagai seorang komunis, Abileo dan isterinya Guillermina adalah 2 diantara 5 mahasiswa dari Lisbon yang kini aktif dalan Fretelin di daerah pegunungan untuk mengumpulkan massa mendukung. Kelima mahasiswa tersebut adalah orang Timor yang yang dituduh sebagai komunis walaupun mereka sendiri telah membantahnya.

Salah seorang dari mereka yang bernama Antonio Duarte Carvarino mengatakan kepada “SH” bahwa dirinya bukan komunis tapi seorang sosialis demokrat. Carvarino mengaku bahwa sebelum peristiwa penggulingan rezim Caetano di Lisbon tanggal 25 April yang lalu mereka telah mendirikan kelompok mahasiswa asal Timor di ibukota Portugal tersebut yang bergerak di bawah tanah.

Xavier Horta ketemu Gubernur
Segera setelah massa Fretelin memasuki kantor Gubernur Timor Portugis, Gubernur Letkol Jose Ramos Herdede telah memanggil pimpinan mereka masing-masing Fransisco Xavier dan Ramos Horta untuk menghadap.

Horta sebelumnya mengatakan pada “SH” bahwa pihaknya akan menyampaikan protes pada Gubernur Timor Portugis atas larangan yang dikenakan terhadap partainya itu dan insiden yang terjadi ketika seorang massa Fretelin dipukul komandan polisi saat mereka memasuki kantor Gubernur tersebut.

Horta juga mengatakan bahwa Rabu malam massa Fretelin merencanakan untuk memanifetasikan protes mereka itu. Belum diketahui apa yang terjadi di studio radio tersebut.
Demonstrasi Rabu pagi berjalan dengan tertib dan tidak terjadi suatu perkelahian.

Dari pimpinan Fretelin diperoleh kabar bahwa dalam minggu mendatang diperkirakan suasana kehidupan politik akan semakin “panas” terutama akibat tekanan dari penguasa Timor terhadap kegiatan yang dilakukan Fretelin.

Pimpinan partai yang dicap kekirian itu menilai pidato Menteri Almeida Santos baru-baru ini selama berada di Dili sebagai pro dan “memberi angin” pada partai Unido Democratica Timorense (UDT) yang ingin tetap bergabung dengan Portugal. (SH)