Tiongkok, Lima Tahun Jadi Mitra Strategis Indonesia

Tiongkok, Lima Tahun Jadi Mitra Strategis Indonesia

Penampilan Gamelan Bali dalam menyambut tamu Resepsi Diplomatik HUT RI ke-73, Beijing, 26 September 2018.

SHNet, BEIJING – Kerjasama, kolaborasi dan kemitraan merupakan salah satu jalan untuk memberi makna pada hubungan antar negara. Bagi Indonesia, Tiongkok merupakan salah satu mitra strategis utama dan tahun ini kemitraan tersebut telah berusia 5 tahun. Peningkatan kerja sama dua arah di bidang perdagangan, investasi dan turisme menandai eratnya kemitraan Indonesia – Tiongkok.

Tercatat nilai perdagangan dua arah pada tahun 2017, mencapai USD 63.3 miliar. Investasi Tiongkok ke Indonesia mencapai USD 3.36 miliar dan jumlah turis Tiongkok ke Indonesia nyaris mencapai 2 juta orang.

Penguatan kemitraan juga tercermin dari kunjungan PM Li Keqiang ke Indonesia pada bulan Mei 2018 lalu yang telah menghasilkan kegiatan – kegiatan nyata bagi peningkatan kerja sama kedua negara. Poin-poin tersebut menjadi sorotan Dubes Djauhari Oratmangun dalam sambutannya pada resepsi diplomatik HUT RI ke-73 di Beijing pada malam  26 September 2018.

“Ekonomi digital menjadi salah satu bidang kerja sama yang potensial untuk memperkuat dan memperluas kerja sama bilateral. Dengan perkiraan volume ekonomi digital pada tahun 2020 mencapai USD 130 miliar, Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi salah satu negara terdepan di Asia untuk pengembangan ekonomi digital. Kerja sama di bidang ini tentunya perlu terus diperkuat” lanjut Dubes RI untuk RRT merangkap Mongolia tersebut.

Hadir sebagai tamu kehormatan (Guest of Honor) pada resepsi diplomatik kali ini Wakil Menteri Luar Negeri RRT, Yang Mulia Kong Xuanyou, dan dihadiri pula oleh Deputi Koordinasi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim, Bapak Ridwan Djamaluddin dan Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM, Bapak Andi Maulana. Lebih dari 600 undangan yang terdiri dari para Duta Besar dan korps diplomatik negara sahabat, pejabat tinggi Pemerintah RRT, pengusaha ternama, pemuka masyarakat, akademisi, kalangan media, diaspora Indonesia dan tentunya kalangan Mahasiswa Indonesia juga menghadiri resepsi tersebut.

Resepsi diplomatik kali ini juga menjadi sarana mempertunjukkan keragaman dan kekayaan khasanah budaya Indonesia dan kelezatan kuliner Indonesia. Alunan gamelan Bali memenuhi area foyer Imperium Ballroom Hotel Four Season Beijing yang dihiasi kain-kain Nusantara indah, lukisan karya Ibu Sih Elsiwi Handayani Oratmangun serta display produk Indonesia menyambut para tamu undangan.

Tari Saman dari Aceh persembahan mahasiswa Indonesia di Nanjing menjadi tarian pembuka yang memukau para hadirin. Demikian pula tari Lenggang Nyai dari Betawi oleh mahasiswa Indonesia di Beijing serta alunan lagu-lagu Indonesia yang dinyanyikan oleh Ketua Yayasan Karya Cipta Indonesia, Bapak Dharma Oratmangun berhasil memikat para undangan yang hadir. Yang juga mendapat aplause hadirin adalah saat Paduan Suara Mahasiswa Indonesia di Beijjng menyanyikan Lagu Kebangsaan kedua negara secara acapela.

Menjelang berakhirnya acara, tari Gemu Famire mengajak para tamu untuk ikut bergoyang mengikuti irama yang ceria. Produk-produk Indonesia yang telah memasuki pasar Tiongkok antara lain produk kopi, krupuk udang dan makanan ringan menjadi “oleh-oleh” bagi para tamu undangan yang hadir.

Sebelumnya dalam acara Business Forum bertema “Doing Business with Wonderful Indonesia” yang digelar pada pagi harinya, Dubes Djauhari juga telah menyaksikan penandatanganan rencana kerjasama senilai USD 15 juta antara PT Tangshan Jin Hendong Bicycle Parts dengan PT Terang Dunia Internusa untuk membangun pabrik furniture baja di Indonesia, dan rencana kerja sama senilai USD 5 miliar untuk 5 tahun kedepan antara Zhengde Waste Technology AG, CRCC Investment Group Limited, dan Indonesia – China Business Council (ICBC) untuk membangun pabrik energi sampah di Indonesia.