Terkendala Dana, Desa Tanimulya Buat Biogas

Terkendala Dana, Desa Tanimulya Buat Biogas

SHNet, Jakarta –  Desa Tanimulya, Ngamprah, Bandung Barat saat ini warganya tengah giat membuat bubuk kompos dari sampah palstik dan sampah rumahtangga. Dari kompos ini, selanjutnya dibuat menjadi biogas. Hal ini dikatakan oleh Kepala Desa Tanimulya, Ngamprah, Bandung Barat, Lilik Suhaeli Bachtiar.

Menurut Lilik yang menjabat sebagai Kepala Desa Tanimulya sejak akhir Desember 2007 ini, warga yang dilibatkan memilah sampah plastik dan sampah rumahtangga.

” Dari situ selanjutkan kita olah menjadi kompos, dari kompos kita buat lagi menjadi biogas dengan biaya pembuatannya yang Rp 1 juta untuk satu titik  saja,” ujar Lilik Suhaeli Bachtiar kepada SHNet,” Jumat (14/9/2018)

Lilik Suhaeli sangat menyayangkan dengan mahalnya biaya pembuatan biogas ini. Namin demikian ia tidak berhenti dengan mahalnya biaya pembuatan biogas ini.  Sebagai Kepala Desa, ia terus memberikan semangat kepada warganya agar terus membuat biogas.

“Saya sih sangat berharap sekali, adanya bantuan agar warga Desa kami ini terbebas dari angka kemiskinan dan pengangguran,” dalihnya lagi.

Seperti diketahui “Biogas” adalah salah satu inovasi yang dihasilkan untuk membantu kelangkaan sumber daya minyak. Biogas dihasilkan dari sistem penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme sehingga dapat dijadikan sebagai sumber daya alternatif yang ramah lingkungan.

Biogas dimanfaatkan sebagai pengganti elpiji dan bahkan dapat dijadikan sebagai sumber pembangkit listrik untuk skala besar. Penggunaan biogas lebih murah dibandingkan jika menggunakan bahan bakar minyak, hanya saja Anda harus dapat mengolah bahan-bahan organik untuk menghasilkan biogas tersebut.

Bahan organik yang dapat dijadikan biogas sangat beragam. Banyak biogas yang dibuat dengan sampah organik yang dapat membusuk seperti sisa sayuran mentah, kulit buah,  daun-daunan, jerami, dan sebagainya. Selain itu ada juga yang membuatnya dari kotoran ternak seperti kotoran sapi, kerbau, kambing, kuda, dan sebagainya. (Maya Han)