Puas Menikmati Aneka Kopi Langsung di Kebunnya

Puas Menikmati Aneka Kopi Langsung di Kebunnya

Rombongan wisatawan mancanegara tengah berkunjung ke Agrowisata Satria. (Ist)

 

SHNet, Bali– Bila Anda sedang berlibur ke Bali dan ingin menikmati kopi khas Pulau dewata ini, jangan lupa meluangkan waktu untuk singgah di Agrowisata Satria yang berada di Jalan Tampaksiring, Desa Basangambu, Kintamani Bali.

Di sini, para wisatawan bukan sekadar duduk-duduk manis sambil menyeruput secangkit kopi, tetapi juga dapat menambah ilmu cara pengolahan biji kopi yang terbilang masih tradisional.

Dibilang tradisional karena pengolahannya sama sekali tidak menggunakan mesin Menurut Pengelola Agrowisata Satria, Dewa Made Juli Artawan, destinasi ini mulai berdiri pada 2011. Persiapan yang dilakukan untuk mendirikan agrowisata ini juga hanya 6 bulan termasuk promosi yang dilakukan.

Terbilang cukup cepat persiapannya, karena pihak pengelola sudah memiliki kebun kopi pribadi seluas 5 hektare.. Dewa made Juli Artawan yang biasa disapa Dewa Ucrit ini mengatakan, banyak kebun kopi yang ada di Desa Basangbambu yang akhirnya dikelola oleh anak-anak muda desa tersebut untuk pemberdayaan masyarakat.

Nama Satria sendiri diambil dari nama anak sang pemilik angrowisata ini. Satria juga berarti panglima.

Yang unik dari Agrowisata Satria ini adalah para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini tidak hanya menikmati aneka kopi yang disajikan. Mereka juga diberikan edukasi seputar kopi, mulai dari biji kopi, cara pengolahannya hingga siap disajikan kepada pengunjung.

“Di sini kami memberikan edukasi kepada pengunjung. Para pengunjung juga tidak hanya dikenalkan soal kopi saja, tetapi juga tanaman lain seperti jahe, temulawak, cengkeh. Konsepya back to nature,” ujarnya.

Begitu tiba di lokasi, para pengunjung langsung diajak masuk ke areal kebun kopi dengan berjalan kaki menyusuri jalan yang tersusun rapi oleh bebatuan. Jalan dibagi menjadi dua jalur untuk masuk dan keluar.

Kanan dan kiri jalan, berbagai tumbuhan dapat kita saksikan. Tanaman-tanaman tersebut tertata rapi dalam pagar pandan. Menambah asri pemandangan di depan mata.

Pos petama, berdiri tegak sebuah gubuk yang di dalamnya terpajang biji kopi di atas tampah. Selain itu ada juga biji cengkeh, jahe dan sebagainya. Tak jauh dari pos tersebut, ada sebuah kandang musang.

“Musang ini kami pelihara untuk menghasilkan kopi luwak. Binatang ini kami beri makan pepaya untuk menjaga proses fermentasi dalam perutnya, sehingga menghasilkan kopi luwak yang enak,” kata Dewa Ucrit.

Setelah itu, pengunjung dapat menyaksikan proses pengolahan biji kopi. Biji kopi disangrai di atas tungku kayu bakar. Proses berikutnya, biji kopi tersebut ditumbuk hingga menjadi bubuk kopi. Lalu dimasak menjadi minuman.

Aneka kopi yang disajikan antara lain, kopi Bali, luwak, ginseng, jahe, lanang (male coffee) dan sebagainya. Bukan hanya kopi, di sini pengunjung juga dapat menikmati aneka teh seperti teh sereh, jahe, rosela, beras merah dan lain-lain.

Agrowisata Satria dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WITA. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. Termasuk mencicipi tester kopi dan teh yang disajikan. Namun mereka harus membeli kopi atau teh serta souvenir di toko yang ada di lokasi agrowisata tersebut.

Harga kopi yang dijual berkisar dari Rp 60.000 hingga Rp 1 juta. “Harga yang paling mahal adalah kopi luwak dan kopi luwak ini menjadi favorit wisatawan asing,” ujarnya.

Setiap hari, lanjut Dewa Ucrit, ribuan wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan nusantara berkunjung ke Agrowisata Satria. Anda tertarik mencoba aneka kopi? Ingat Bali, ingat Agrowisata Satria. (Stevani Elisabeth)