PLBN Harus Dikembangkan Jadi Obyek Wisata

PLBN Harus Dikembangkan Jadi Obyek Wisata

SHNet, ATAMBUA – Ketua Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tjahjo Kumolo, berharap wilayah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan menjadi destinasi wisata baru ke depan. Hal itu akan akan sangat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan ke depan.

Karena itu berbagai hal yang terkait dengan sector pariwisata di daerah perbatasan harus dikembangkan secara maksimal. “Kerajinan tenun, pangan lokal, dan sumber-sumber lain harus diperkuat, dikembangkan dengan lebih baik. Pos perbatasan ini harus bisa menjadi penggerak ekonomi baru dan jadi destinasi wisata,” tegas Tjahjo Kumolo.

Selasa (18/9), Tjahjo Kumolo meresmikan peletakan batu pertama pembangunan miniature Patung Soekarno di Kecamatan Motain Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peresmian tersebut mewakili pembangunan 7 Patung Soekarno pada PLBN yang lain. Pembangunan Patung Soekarno tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada pendiri bangsa yang pernah datang ke Atambua.

“Pembangunan Patung Soekarno mengingatkan kepada kita semua Warga Negara Indonesia agar jangan lupa pada pendirinya. Itu merupakan bentuk rasa nasionalisme dan penghargaan bangsa Indonesia kepada pahlawannya”, jelas Tjahjo.

Ia mengatakan, tidak hanya Patung Soekarno yang akan dibangun, namun pahlawan – pahlawan yang lain juga harus dibangun sebagai pentuk penghargaan kepada mereka di Indonesi. Tiap daerah, jelasnya, pasti memiliki pahlawan yang harus dihormati. Tidak ada salahnya untuk dibuatkan patungnya.

Tjahjo juga memastikan kalau pemerintah sangat serius membangun PLBN karena merupakan bagian dari komitmen pemerintah. PLBN harus menarik dan indah karena merupakan salah satu wajah Indonesia. “Satu kebanggan bangsa adalah wajah perbatasan yang telah dibangun dengan megah, lengkap dengan Patung Soekarno selaku pendiri bangsa. Ini menjadi kebanggan kita semua dan tanggungjawab kita adalah menjaga dan memanfaatkan dengan sebaik – baiknya,” tegasnya.

Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, mengungkapkan pihaknya akan menangkap dengan maksimal dukungan dari pemerintah pusat dalam membangun NTT, dan wilayah perbatasan khususnya. Ia mengatakan masa pemerintahannya sebagai gubernur akan menjadi NTT sebagai destinasi wisata yang unggul. Produk kain tenun, produk pertanian dan lain-lain akan dioptimalkan secara maksimal.

Ia berpendapat, lokasi NTT sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste. “Jadi, kita mainnya tidak boleh main-main. Potensi kita sangat banyak dan harus kita optimalkan,” kata Victor. (CJ)