Pertanyaan Fraksi PDI Masih Banyak Dijawab Pemerintah

Pertanyaan Fraksi PDI Masih Banyak Dijawab Pemerintah

Jakarta, 24 September 1974 – Pembicaraan tingkat III RUU tentang kepegawaian Senin pagi berlangsung dalam Komisi II DPR-RI dan telah mendengar pengumpulan masalah yang ada dalam RUU tersebut oleh keempat fraksi.

Drs. Karundeng atas nama fraksi PDI antara lain mengemukakan bahwa masih banyak hal yang merupakan pertanyaan fraksi yang belum dijawab pemerintah.

Karundeng menekankan sekali lagi bahwa sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi sudah selayaknya apabila pemerintah menaruh perhatian atas apa yang ditanya oleh fraksi di DPR sebagai wakil rakyat.

Ditekankan sekali lagi bahwa hendaknya masalah pembinaan jiwa korps, kode etik serta peraturan disiplin pegawai negeri sipil tidak bertentangn dengan pasal 27&28 UUD 1945.

apabila dikaji kembali jawaban pemerintah mengenai boleh tidaknya pegawai negeri berpolitik, fraksi ini mengambil kesimpulan bahwa ada baiknya pasal mengenai pembinaan pegawai negeri seperti yang tercantum dalam RUU tersebut ditunda dalam RUU dahulu menunggu disusunnya undang-undang yang mengatur tentang itu.

Dikemukakan juga dalam pleno komisi yang dihadiri Menteri Penertiban Aparatur Negara Drs. JB. Sumarlin itu bahwa akibat sistem karir dalam jawatan pemerintah maka sudah sewajarnya apabila jabatan dalam jawatan pemerintah adalah tertutup bagi orang di luar jawatan tersebut.

Larangan jabatan rangkap
Menyinggung kemungkinan pemberhentian pegawai negeri akibat penyederhanaan organisasi, fraksi ini berpendapat agar sebaiknya pemerintah berusaha untuk menghindarkannya perangkapan jabatan juga mendapat perhatian dari fraksi ini.
Diharapkan agar dalam RUU ini secara tegas dinyatakan adanya larangan perangkapan jabatan.

Pada dasarnya ketiga fraksi yang lain dalam DPR-RI mengemukakan hal yang sudah mereka bawakan dalam pemandangan umum disamping hal yang bersifat tekhnis redaksional.

Untuk RUU ini, komisi II menetapkan waktu bagi pembicaraan tingkat III antara pemerintah dan DPR-RI mulai 23 September hingga 4 Oktober yang akan datang. (SH)