Peristiwa Bandung Punya Motif Politik, Kriminal Dan Situasi

Menhankam Pangab Di DPR

Peristiwa Bandung Punya Motif Politik, Kriminal Dan Situasi

Jakarta, 20 September 1973 – Menhankam/Pangab Jenderal M. Panggabean didampingi Wapangkopkamtib Laksamana Soedomo dan Kapuspen Hankam Brigjen Soemrahadi, Rabu pagi telah memberikan penjelasan pemerintah mengenai peristiwa “5 Agustus di Bandung” di depan Komisi I, II, VI dan VII DPR-RI.
Penjelasan tersebut yang sebagian besar bersifat “off the record” antara lain membeberkan secara terperinci hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas keamanan sehubungan dengan peristiwa “5 Agustus di Bandung”.

Menhankam/Pangab atas nama pemerintah juga telah membeberkan nama perorangan maupun oragnisasi yang terlibat langsung dalam peristiwa pengrusakan terhadap toko dan kendaraan di Bandung pada saat peristiwa tersebut meletus.

Selanjutnya Panggabean mengemukakan bahwa selesai pemeriksaan terhadap pelaku dalam peristiwa tersebut mereka segera akan diajukan ke pengadilan.

Ditanya salah soerang anggota Komisi mengenai jumlah kerugian yang diderita oleh penanam modal asing yang berada di Bandung, Menhankam/Pangab menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada perusahaan asing di daerah Bandung yang melaporkan menderita kerugian sehubungan dengan peristiwa tersebut.

Sementara itu menurut “PAB” peristiwa tersebut tidak menyangkut masalah terhadap rasialis WNA. Pengrusakan berat yang dilakukan oleh massa yang ditunggangi oleh sisa G30S/PKI melihat penelitian dan hasil pemeriksaan yang berwajib mempunyai 3 motif.

Menurut Menhankam motif tersebut adalah motif politik yang ditunggangi oleh sisa G30S/PKI, kedua motif kriminal yakni peserta pengrusakan yang ingin memiliki barang yang ada sewaktu terjadinya pengrusakan sedangkan motif ketiga adalah pengaruh situasi dan ikut-ikutan.

Menhankam memeberikan jaminan bahwa pemerintah tidak akan lengah sedikit pun dalam menghadapi bahaya latent dari sisa G30S/PKI karena sisa G30S/PKI selalu mencari kesempatan dimana mereka dapat mengacau. Memang organisasi dari G30S/PKI ini sekarang merupakan suatu Organisasi Tanpa Bentuk atau OTB tetapi tetap merupakan suatu bahaya bagi keamanan dan ketertiban, katanya.

Telah direncanakan
Dikatakan bahwa berdasarkan interogasi yang dilakukan kepada beberapa pelaku diketahui bahwa untuk mengadakan suatu demonstrasi di kota Bandung telah direncanakan oleh sekelompok tukang becak. Dalam demonstrasi itu mereka akan mencabut rambu lalu lintas sehubungan di Bandung akan diadakan daerah bebas becak pada beberapa daerah tertentu. (SH)