Pemerintah Mendukung Sektor Industri Pesawat Terbang

Pemerintah Mendukung Sektor Industri Pesawat Terbang

Aero Summit 2018 digelar di Jakarta, 25-26 September 2018. (Dok.Kemenristekdikti)

SHNet, Jakarta– Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset teknologi dan Pendidikan Tinggi (Dirjen Risbang Kemenristekdikti) Muhammad Dimyati mengatakan, pemerintah berkomitmen mengembangkan komponen dan perawatan pesawat terbang untuk mendukung sektor industri pesawat terbang.

Fokus tersebut berdasarkan pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang menetapkan industri alat transportasi merupakan salah satu industri andalan.

“Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari banyak pulau, oleh karena itu pesawat komersial sangat penting bagi Indonesia karena merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Mengingat kondisi geografis Indonesia sangat memerlukan pesawat untuk konektivitas antar pulau,” ungkapnya di Aero Summit 2018, di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Selasa (25/9).

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, oleh karena itu pemerintah bersama berbagai pihak terkait terus fokus mengembangkan industri pesawat terbang di Indonesia.

Dia juga mengajak para peneliti untuk dapat melaksanakan riset berbasis output yang dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia, dan ia berharap agar terciptanya semangat bersama antara pemerintah dan industri dalam mendorong percepatan implementasi terwujudnya pesawat N219.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengungkapkan, Aero Summit 2018 bertujuan untuk membahas upaya Indonesia dalam mewujudkan kemandirian di bidang teknologi penerbangan dan antariksa, khususnya industri pesawat terbang di Indonesia.

Oleh karena itu diperlukan strategi untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa ini, antara lain dengan melakukan rekayasa dan rancang bangun secara mandiri seperti proyek nasional N219, R80 dan N245 dan memperkuat mitra strategis baik di dalam maupun di luar negeri, serta penguatan SDM dengan mengundang mitra dari negara yang menguasai teknologi tinggi untuk berinvestasi dan memindahkan kompetensi teknologinya di Indonesia.

Saat ini LAPAN telah membangun sinergis dengan berbagai mitra seperti Indonesia Aeronautical Engineering Center (IAEC), Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association (INACOM), Indonesia Aircraft Maintenance Service Association (IAMSA), PT DI, PT RAI dan GMF AeroAsia. (Stevani Elisabeth)

.