Patung Soekarno Akan Dipajang di Seluruh Pos Lintas Batas Negara

Patung Soekarno Akan Dipajang di Seluruh Pos Lintas Batas Negara

Ist

SHNet, ATAMBUA – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) meletakan Patung Soekarno di seluruh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dalam rangka perayaan delapan  tahun BNPP Selasa (18/9).

Hari ini, peletakan batu pertama Patung Soekarno dilakukan di PLBN Motaain, Belu, Nusa Tenggara Timur yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala BNPP, Tjahjo Kumolo.

Pembangunan Patung Soekarno, sesuai Peraturan Kepala BNPP 8/2017 tentang Monumen Kawasan Perbatasan Negara, merupakan bangunan Patung Presiden Pertama RI sebagai proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kehadiran patung Soekarno di PLBN sebagai simbol patriotis dan daya tarik tersendiri bagi pelintas, khususnya dari negara tetangga. Dengan demikian, upaya menjadikan perbatasan sebagai beranda negara menjadi sebuah kebanggan bersama.

Patung Soekarno rencananya akan dibangun di beberapa lokasi yang 7 diantaranya di area PLBN yang sudah dibangun menjadi indah dan megah, yaitu PLBN Aruk, Entikong, Badau (Kalimantan Barat), Wini, Motaain, Motamasin (NTT) dan Skouw (Papua).

Berdirinya BNPP sejak delapan tahun lalu fokusnya yaitu mengelola perbatasan negara. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2010 Jo. Perpres No 44 Tahun 2017 tentang BNPP, sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) di kawasan perbatasan dibawah koordinasi BNPP, bersinergis untuk mengelola kawasan perbatasan.

Mengacu pada Rencana Induk (Renduk) 2015-2019, secara bertahap pengelolaan perbatasan terkait penyelesaian batas wilayah negara, pemanfaatan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) hingga pembangunan infrastruktur, membuahkan hasil yang signifikan.

Pada tahun kedelapan berdirinya BNPP tahun ini, kawasan perbatasan sudah  memperlihatkan wujudnya yang ramah, aman dan nyaman bagi warga maupun pelintas dari negara tetangga. Hal ini ditandai dengan hadirnya personel keamanan yang ditunjang pos pengamanan. Lalu, pemberdayaan warga dalam mengolah sumber daya alam di perbatasan untuk peningkatan perekonomian, seperti; dibangunnya pertanian terpadu melalui cetak sawah baru di Kalimantan dan Papua, pengembangan pertanian organik terintegrasi dan penggemukan sapi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Selain itu, ada juga pengembangan potensi gula tebu.

Kepala Bagian Humas BNPP, Andri Indrawan, mengatakan peletakan patung kali ini dilakukan di Motaain karena PLBN dipandang lebih siap. “Tidak ada hal yang khusus, namun salah satu deputi BNPP pernah menjadi pejabat gubernur NTT,” kata Andri Indrawan. Deputi BNPP Robert Simbolon memang pernah menjabat sebagai pelaksana tugas Gubernur NTT beberapa waktu lalu, sebelum gubernur terpilih hasil pilkada 2018, Victor Bungtilu Laiskodat dilantik. (ino)