Mantan Napi Koruptor Dilarang Ikut Seleksi Anggota KPU

Mantan Napi Koruptor Dilarang Ikut Seleksi Anggota KPU

 

SHNet, KUPANG-Seluruh calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur periode 2018-2023 dipastikan tidak tersangkut berbagai kasus yang mendapat sorotan luas di masyarakat seperti korupsi dan narkoba.

Ketua Seleksi Calon Anggota KPU Nusa Tenggara Timur, Djidon de Haan mengatakan
saat pendaftaran mengikuti seleksi calon anggota KPU harus menyerahkan surat yang menyebutkan tidak pernah dihukum oleh pengadilan.

“Jika di antara pendaftar ada yang menyerahkan surat pernah dihukum dalam kasus korupsi, akan digugurkan oleh tim seleksi,” kata Djidon di Kupang, Jumat (14/9/2018).

Menurut Djidon, tidak ada aturan yang menyebutkan calon anggota KPU bebas dari eks koruptor. Namun, untuk mendapatkan anggota KPU yang memiliki integritas yang baik, harus bebas dari kasus korupsi.

“Kami juga akan mengikuti jejak calon anggota KPU seperti bisa tanya ke pengadilan, kejaksaan, dan keberatan masyarakat,” ujarnya.

Pendaftaran calon anggota KPU Nusa Tenggara Timur dibuka selama satu pekan mulai 19-27 September 2018, dilanjutkan seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara. Tim seleksi terdiri dari lima orang termasuk Djidon de Haan yang juga tercatat sebagai mantan anggota KPU NTT.
Empat anggota tim seleksi merupakan pengamat politik dari sejumlah universitas di Kupang yakni Ahmad Atang, Aidah Chomsah, Rudi Rohi, dan Umar Ali.(DA)