Kemerinstekdikti Dorong Perguruan Tinggi Lakukan Konsep Triple Helix

Kemerinstekdikti Dorong Perguruan Tinggi Lakukan Konsep Triple Helix

Kemerinstekdikti Dorong Perguruan Tinggi Lakukan Konsep Triple Helix . (Dok. Wicky/ Kemenristekdikti)

SHNet, Watubelah – Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ainun Na’im mengatakan, Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi melakukan konsep Triple Helix .

Ia menjelaskan , konsep Triple Helix adalah kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah, akademisi atau perguruan tinggi dan industri serta masyarakat.

Kemenristekdikti berharap konsep ‘Triple Helix’ ini dapat terus berlanjut dan dapat dilakukan oleh perguruan tinggi dalam membangun dan mengembangan kualitas mutu pendidikan tinggi dan Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK)

Ainun mengatakan, hibah tanah dan perjanjian pinjam pakai aset yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Cirebon telah mengikuti konsep ‘Triple Helix’.

“Apa yang dikerjakan ITB dengan pemerintah daerah, saya rasa sudah mengarah kepada konsep ‘Triple Helix’. Ini sudah tepat karena pembangunan dan pengembangan kualitas pendidikan tinggi tidak cukup dengan kerja pemerintah pusat saja, tetapi pemerintah daerah dan masyarakat juga memegang peranan penting,” ujar Sesjen Ainun pada Penandatanganan Perjanjian Hibah dan Pinjam Pakai dari Pemerintah Kabupaten Cirebon kepada Kemenristekdikti, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (21/9).

Menurutnya, tantangan yang semakin besar akan diikuti oleh kesempatan yang besar. “Tantangan yang semakin besar akan diikuti oleh kesempatan yang semakin besar juga. Kita mengharapkan nantinya sinergi yang baik ini bisa terus berlanjut, sinergi antar kampus di Indonesia, sinergi antar kampus dengan pemerintah daerah dan juga sinergi antar kampus di dunia. Sinergi yang menjadi satu kepentingan bersama, yaitu kepentingan masyarakat Indonesia,” ungkap Ainun.

Pada kesempatan yang sama, Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengatakan saat ini ITB kampus Cirebon sudah menjalani proses perkuliahan melalui Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang memiliki tiga Program Studi (Prodi) yaitu, Prodi Teknik Industri, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Prodi Kriya.

“Rencananya kampus ITB yang ada di Cirebon akan difungsikan secara normal pada tahun 2020 mendatang. Sekarang masih terus melakukan pembangunan dan pengembangan yang direncanakan berada di Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon,” ucap Rektor ITB.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap dengan diberikannya lahan untuk pembangunan PSDKU ITB di Cirebon bisa memberikan manfaat bagi warga Cirebon dan sekitarnya.

“Kami akan terus mendorong program akademik yang dilakukan ITB di Cirebon agar nantinya bisa meningkatkan ekonomi dan peluang kerja masyarakat dari lulusan kampus ITB Cirebon,” ungkap Wagub Uu Ruzhanul. (Stevani Elisabeth)