Kemenko Kemaritiman dan IPB Kembangkan Produk Inovasi Kelautan dan Perikanan Nasional

Kemenko Kemaritiman dan IPB Kembangkan Produk Inovasi Kelautan dan Perikanan Nasional

Kemenko Maritim bersinergi dengan IPB kembangkan produk inovasi kelautan dan perikanan. (Dok. Humas Kemenko Maritim)

SHNet, Bogor- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, terus berupaya mensinergikan pengembangan produk inovasi kelautan dan perikanan, bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan Maritime Product Innovation Talks (M-PIT).

Kegiatan M-PIT tersebut merupakan bagian rangkaian acara bertema Sinergitas Penguatan Peran Universitas terhadap Pengelolaan Sumber Daya Alam Kemaritiman 12-13 September 2018.

“Kenapa kita adakan ini, temuan dari IPB banyak sekali dan bukan hanya dari IPB tapi dari seluruh universitas lain juga banyak yang sifatnya luar biasa, hanya masalahnya temuan ini berhenti diskala lab atau skala universitas sehingga perlu peran pemerintah untuk penguatan hilirisasi produk hasil temuan yang bisa diserap oleh pasar domestik dan luar negeri,” ujar Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa, Agung Kuswandono di acara Maritime Product Innovation Talks (M-PIT), (Digelar di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Rabu (12/9)

Agung menjelaskan, sejatinya Indonesia bisa kembangkan SDA Kemaritiman menjadi industri besar dan potensial, pasarnya sudah ada dan sangat besar.

“Untuk itu kita pertemukan para inovator ini dan para pengusaha, kemudian merekalah yang mengembangkan cikal bakal industri nasional dengan dukungan koordinasi Kementerian dan Lembaga,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IPB, Arif Satria, ketika berbicara inovasi kelautan maka ada dua aspek yang harus kita pikirkan. Pertama yaitu produk bidang apa yang akan dihasilkan dan kedua, jenis teknologi apa yang bisa men-support inovasi tersebut.

“Sektor perikanan dan kelautan saya kira harus bisa menghasilkan produk-produk yang men-support sektor lain. Untuk meraih hal tersebut maka diperlukan adanya konsep serta target yang jelas agar inovasi bidang perikanan dan kelautan bisa menghasilkan produk yang lebih inovatif,” terangnya.

Menurut Arif, sektor perikanan perlu melakukan kolaborasi dengan bidang keilmuan lain.
Dalam acara ini juga ditampilkan pameran produk-produk inovasi yang telah dihasilkan oleh para inovator.

“Dari hasil inovasi tersebut maka sebetulnya kita paham bahwa banyak hal yang bisa kita kerjakan, asal kita mau diskusi. Maka kami sambungkan antara pemiliki paten, pemilik temuan-temuan ilmiah ini, dengan pengusaha yang bisa mengembangkan inovasi tersebut menjadi industri besar. tutup Arif. (Stevani Elisabeth)