Jokowi Resmikan GWK, Icon Baru Bali

Jokowi Resmikan GWK, Icon Baru Bali

Presiden Joko Widodo meresmikan Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai ikon baru Bali, Sabtu (22/9). (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Bali– Presiden Joko Widodo meresmikan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Badung, Bali, Sabtu (22/9) malam.

Peresmian Patung GWK yang mengangkat tema “Merajut Indonesia Esa” dihadiri pula oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitanx Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Menkeu Sri Mulyani, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

“Apresiasi tinggi saya berikan kepada Pak Nyoman Nuarta dan juga PT. Alam Sutera yang konsisten menggarap GWK hingga tuntas. Tentunya juga kepada Pak Joop Ave sebagai pencetus,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat jumpa pers persemian GWK di di kawasan GWK Cultural Park, Bali..

Patung setinggi 121 meter dengan waktu pengerjaan 28 tahun ini akan menjadi icon pariwisata baru Bali. Dengan diresmikannya GWK, Menpar Arief Yahya mengharapkan akan mengundang 4 juta wisman untuk berkunjung ke patung tertinggi ketiga di dunia ini.

Menpar Arief Yahya mengharapkan tiket biaya masuk ke GWK diturunkan agar jumlah wisatawan yang datang semakin banyak. “Entry fee yang lebih rendah jauh lebih baik. Orang itu lebih besar spendingnya daripada entry fee-nya,” kata Arief Yahya.

Ini sudah dibuktikannya saat melakukan regulasi terkait bebas visa kunjungan ke Indonesia. Walaupun pendapatan negara dari sisi penerimaan visa berkurang, tapi spending wisman jadi makin besar. Hal ini bisa dilihat dari melesatnya pariwisata sebagai sektor penyumbang devisa nomor dua di Indonesia.

Pembangunan Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana sekitar tahun 1989. Awal tahun 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto dan disetujui.

Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan ratusan seniman. Dan sekitar 120 seniman turut mengerjakan pemasangannya di Bali. (Stevani Elisabeth)