Gempa Lombok dan Pengaruhnya Bagi Target Kunjungan Wisman 2018

Gempa Lombok dan Pengaruhnya Bagi Target Kunjungan Wisman 2018

Asdep Pemasaran II untuk regional I Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu tengah memaparkan upaya yang dilakukan Kemenpar untuk mencapai 17 juta kunjungan wisman ke Indonesia tahun 2018. (Dok. Dudut Suhendar)

SHNet Bali- Gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu yang lalu, ternyata mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia.

Tahun 2018, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menargetkan 17 juta wisman yang berkunjung ke Indonesia. Asdep Pemasaran II untuk Regional I Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu mengatakan, ada beberapa negara yang menjadi pangsa pasar di bidang pariwisata yang sangat sensitif dengan bencana alam dan keamanan yang melanda Indonesia.

“Empat bulan ke depan cukup menegangkan khususnya untuk mencapai target 17 juta wisman yang berkunjung ke Indonesia pada 2018. Kita dihadang dengan gempa Lombok. Pasar-pasar kita seperti Jepang, Korea dan Tiongkok sangat sensitif pada bencana dan keamanan di Indonesia,” ujarnya dalam Sosialisasi Promosi Pariwisata pada Media Nasional, Rabu (5/9).

Dia menjelaskan, hingga Juni 2018, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 7,5 juta. Juli 2018, ada sekitar 1,5 juta wisman yang berkunjung ke Indonesia. “Jadi masih ada 8 juta wisman lagi yang harus kita bidik dalam 4 bulan ke depan agar bisa mencapai target,” kata Vincen.

Ia menambahkan, pada saat gempa Lombok, ada sekitar 10.000 wisman dari Tiongkok yang membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenpar melakukan berbagai upaya yang tidak biasa.

“Pak Menteri selalu mengatakan, untuk mencapai hasil yang luar biasa, kita harus melakukan dengan cara-cara tidak biasa seperti Hot Deals, Hot Seller dan sebagainya,” ujarnya.

Vinsen mengatakan, setelah sukses dengan penyelenggaraan Asian games di Jakarta dan Palembang, maka akan segera menyusul Pertemuan tahunan Dewan Gubernur International Monetary Fund (IMF) dan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali pada 8-14 Oktober 2018.

Kemenpar bersama industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA telah menyiapkan 60 paket tour ke 7 destinasi unggulan yakni Bali, Lombok, Yogyakarta, Banyuwangi, Toba, Tana Toraja dan Komodo-Flores serta Sumba.

“Untuk Lombok, kita akan promosikan Mandalika karena daerah mandalika tidak terdampak gempa,” tutup Vinsen. (Stevani Elisabeth)