Dugaan Lokasi Kerajaan Sriwijaya Berada Di Bawah Pabrik Pupuk Pusri Palembang

Masih Memerlukan Pembuktian

Dugaan Lokasi Kerajaan Sriwijaya Berada Di Bawah Pabrik Pupuk Pusri Palembang

Jakarta, 21 September 1974 – Dari penyelidikan Universitas Pennsylvania AS dan Lembaga Nasional Pusat selama 2 bulan yang berakhir awal September 1974 ternyata Palembang sebagai gettlement kerajaan Sriwijaya awal tidak dapat dibuktikan. “Atau belum bisa dibuktikan sampai ada bukti yang baru”, kata Teguh Asmar MA yang ditunjuk sebagai Ketua Tim kepada “SH”.

Penggalian yang dilakukan oleh kedua lembaga tersebut berlangsung di Gendingsuro, Bukit Seguntang, Barangwati dan Air Bersih. Sebagai diketahui masalah site Sriwijaya akhir-akhir ini menjadi heboh kembali, sewaktu dua sejarahwan asing pada Konferensi Ahli Sejarah Asia di Yogya membantah bahwa Palembang merupakan pusat kegiatan Sriwijaya.

Di pihak mana selama ini para sarjana dan umum mengemukakan teori bahwa Palembang satu-satunya site dari Kerajaan Sriwijaya. Bahkan Universitas Pennsylvania sendiri yang mengadakan penelitian sekitar tahun 1973 sampai kepada pendapat bahwa Palembang mungkin satu-satunya site dari kerajaan Sriwijaya.

Tetapi dari penggalian dan menelitian yang dilakukan paling akhir oleh kedua lembaga tersebut disekitar Palembang ternyata tidak dijumpai bukti yang menguatkan Palembang. Sebaliknya malah cenderung meruntuhkan pendapat tersebut.

Pada penggalian di Gendingsuro para ahli yang menjumpai lapisan tanah dan temuan yang berhasil digali ternyata bukan berasal dari jaman Sriwijaya melainkan berasal dari jaman yang lebih muda lagi yaitu sekitar abad 15 dan 16 merupakan post Sriwijaya.

Lapisan Redeposit
Pada penggalian berikutnya di daerah Bukit Seguntang, tempat mana dulu ditemukan patung yang kini disimpan di museumbahari, ditemukan keramik China yang usianya baru pada abad 15 dan 16. sedang lapisan tanahnya juga merupakan lapisan redeposit yaitu lapisan yang baru atau sudah diuruk. Ini semua meruntuhkan teori dari sarjana sebelumnya.

Mengenai patung yang ditemukan di situ, Teguh Asmar berkata : Pendapat yang sebetulnya sangat riskan adalah demikian “Patung tersebut kemungkinan dibawa dari tempat lain. Tempat lain itupun belum diketahui di mana”.

Pabrik pupuk Sriwijaya
Kami betul terkejut ketika meloncat ke dalam lingkungan pabrik Pupuk Sriwijaya yang lokasinya di dekat Gendingsuro, kata sarjana dari Lembaga Pubakala tersebut. “Di situ malah ditemukan berserakan benda purbakala, saya lihat dari buldozer yang mengangkat tanah itu terdapat keramik China yang sangat berharga”.

Menurut Teguh Asmar dari lokasi sekitar pabrik pupuk Sriwijaya telah ditemukan bokor perunggu, pecahan keramik, fragmen patung perunggu, fragmen porselin yang masih bagus dari masa Ming dll.

“Saya curiga melihat penemuan itu , jangan-jangan lokasi sebenarnya dari Kerajaan Sriwijaya terletak di bawah pabrik pupuk Sriwijaya itu”, katanya yang disinggahnya kembali bahwa dugaan ini harus dikuatkan dengan bukti dan penemuan dulu.

Ditemukan materai
Di Sarangwati, dimana 20 tahun yang lalu ditemukan sebuah patung Bodhisattwa dua lembaga inipun menggali pula. Sarangwati sebetulnya adalah nama rumah 20 tahun yang lalu ketika menggali kolam menemukan sebuah patung type Sriwijaya awal yang kini ditaruh di museum Bahari Palembang. (SH)