Desa Majasari Dulu Desa TKI dan Kini Sudah Menjadi Desa Maju Dengan...

Desa Majasari Dulu Desa TKI dan Kini Sudah Menjadi Desa Maju Dengan Ternak Sapinya

SHNet, Jakarta –  ” Membangun desa untuk maju itu tidak dapat dilakukan sendiri, namun harus melibatkan warga untuk membuat desa kami menjadi maju. Dan itu, dibutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa seperti ini,” ujar Kepala Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Wartono.

Desa yang beberapa tahun terbilang miskin ini, kini sudah berubah dan menjadi makmur di semua berkat Dana Desa yang digalangkan pemerintah melalui Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transigrasi (Kemebdes PDTT). Yang dari program teraebut, banyak desa yang kininmengalami kemajuan secara signifikan.

Wartono yang dilantik sebagai Kepala Desa Majasari pada Tahun 2009, harus terus mengasah otak untuk segera memajukan Desanya yang pada saat itu terbilang miskin dan tertinggal. Menurutnya, untuk memajukan desanya tidak semudah membalikkan tangan, namun harus berjuang dan bekerja keras  agar desa yang dipimpinnya menjadi desa unggulan.

” Haruas dicari kelemahannya, agar semua dapat terjawab untuk memajukan desa yang saya pimpin ini. Salah satunya harus dari bawah, yaitu setiap warga diwajibkan untuk membuang sampah ditempatnya dan tidak lagi buang sampah sembarangan. Caranya, setiap rumah diharuskan memiliki tempat sampah organik dan non organik,” ujar Wartono kepada SHNet.

Pekerjaan itu, ujar Wartono lagi tidak berhenti dipersoalan tempat sambah saja. Wartono harus mengajarkan bagaimana sampah organik ini diolah hingga menghasilkan pupuk yang digunakan untuk tanaman obat keluarga. Dan semua itu berkat bimbingan mara mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi.

” Kami warga Desa menyebutkan dengan istilah toga kepankangan dari tanaman obat keluarga. Yang tentunya tanaman ini ada di pekarangan rumah warga. Jadi kalau ada warga yang sakit, bisa mengambil tanaman yang kita tanam sendiri,” paparnya lagi.

 

Bentuk Perdes TKI

Sadar akan warganya yang banyak bekerja diluar negeri, Wartono yang selalu punya mimpi untuk membangun desanya menjadi yang lebih baik dan lebih maju. Bersama dengan perangkat drsa, Wartono melakukan perbaikan dengan dibentuknya peraturan desa (Perdes) yang gunanya adalah untuk melindungi warganya yang mencari nafkah di luar  negri agar tidak ada permasalahan hingga pulang dalam keadaan selamat dan membawa hasil kerjanya.

” Kenapa saya segera buat Perdes, ini saya lakukan karena saya pernah menjadi menjadi keluarga TKI. Dimana pada saat itu istri saya pernah menjadi TKI ke  Arab Saudi. Namun impian mendapatkan uang kera di luar negri tidak semulus mimpi,” ujarnya.

Juhariah, istri Kades Majasari ini terlunta lunta dan sempat berada di Jordania. Kembali dijelaskan Wartono, sudah tidak jelas keberadaan istri tercintanya itu, si penyalur tenaga kerja juga susah untuk membawa pulang sang istri tercintanya itu.

” Belajar dari pengalaman pahit itulah saya buat Perses, setiap warga yang ingin bekerja di luar negeri harus ada ijin dari keluarga atau suami dalam permohonan tersebut. Tidak itu saja, namun penyalur juga harus jelas yang dalam kontraknya harus disaksikan Kepala Desa dalam.perjanjian pekerjaan,” paparnya lagi.

Setiap warga yang akan bekerja, Kades mengharuskan warga tersebut sudah pandai dengan pekerjaan yang diinginkannya. Agar sesampainy di luar negeri nanti tidak membuat malu kampungnya. Begitu juga dengan keluarga yang ditinggalkannya, Kepala Desa Majasari ini mengharuskan para suami untuk beternak sapi. Dimana pada tahun 2013, Desa Majasari pernah mendapatkan bantuan sapi dari Kementerian Pertanian.

Sebagai Kepala Desa, Wartono tidak hanya  memnsejahterakan warganya dengan hanya beternak sapi saja bagi suami yang ditingakan oleh istri saat mengadu nasip keluar negeri. Desanya menjadi banyak perhatian dengan inspirasi banyak pihak, dengan ditinggalkannya suami dirumah kala istri bekerja di luar negeri.

” Kini desa yang pernah banyak memberangkatkan warganya bekerja keluar negeri sudah tidak lagi terdengar. Sudah banyak ditinggalkan predikat itu, kini Desa Majasari sudah lebih baik lagi dengan suksesnya warga kami dengan peternak sapi. Saya tentu sangat bangga dengan kemajuan dan kemauan untuk maju bagi warga Majasari ini,” tuturnya lagi. (Maya Han)