Deplu Belum Beri Komentar Demonstrasi Tenang Di Dilli

Deplu Belum Beri Komentar Demonstrasi Tenang Di Dilli

Jakarta, 21 September 1974 – Jubir Deplu Nana Sutresna MA yang dihubungi “SH” Sabtu pagi belum dapat memberikan komentar/penjelasan sehubungan dengan berita tentang terjadinya suatu demonstrasi tenang di Dilli (Timor Portugis) memprotes usaha penyatuan wilayah tersebut dengan Indonesia.

Jubir Deplu tersebut mengemukakan belum menerima laporan dari Konsul RI di Dilli sekitar surat protes yang disampaikan oleh para demonstrasi sebagaimana disiarkan, “Komunikasi langsung Dilli-Jakarta tidak ada tapi harus lewat Canberra (Australia)”, demikian ditambahkan.

Radio Australia menyiarkan bahwa sekitar 4000 orang hari Jum’at telah mengadakan suatu demonstrasi tenang di Dilli memprotes usaha yang hendak menyatukan wilayah tersebut dengan Indonesia.

Menurut berita tersebut demonstrasi telah melancarkan oleh salah satu partai politik yang dimulai dari pusat kota dan bergerak menuju Istana Gubernur Timor Portugis yang terletak diperbukitan pinggiran kota.

Selesai demonstrasi tersebut tiga orang utusan demonstran dikabarkan telah mendatangi kantor konsulat RI dan menyerahkan sepucuk surat protes kepada Konsul RI, Tomodok. Tidak dijelaskan isi lengkap surat protes itu, demikian pula partai mana yang melancarkan demonstrasi tersebut.

Sejak perubahan pemerintahan di Portugal, dimana Jenderal Spionola menjanjikan kemerdekaan bagi “provinsi seberang lautan”, di Timor Portugis telah berdiri 3 buah partai politik yang garis politiknya saling berbeda.

Partai Uni Demokrat yang mendapat dukungan dari penguasa Portugal mempunyai garis politik yang bertujuan untuk merdeka tapi masih tetap berkonfederasi dengan pemerintah Lisbon.
Partai kedua, Sosial Demokrat mempunyai garis politik yang bertujuan untuk berpemerintah sendiri bagi Timor Portugis dan lepas sama sekali dari kekuasaan Lisbon.

Sekretaris partai ini, Ramos Horta beberapa bulan yang lalu pernah berkunjung ke Indonesia dan Australia. Ia juga pernah mengadakan pertemuan dengan beberapa pejabat Indonesia termasuk dengan Menlu Adam Malik.

Partai ketiga, Apodeti (Associacao Popular Democratica Timorence) mempunyai garis politik yang bertujuan untuk bergabung dengan Indonesia. Ketua Partai Apodeti tersebut, Arnaldo des Reis Araujo beberapa minggu yang lalu baru berkunjung ke Jakarta dan juga telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan pejabat Indonesia antara lain dengan Wakil Ketua DPR J. Naro SH. (SH)