Bareskrim Masih Menunggu Adanya Laporan Dari 13 Bank, Yang di Bobol Oleh...

Bareskrim Masih Menunggu Adanya Laporan Dari 13 Bank, Yang di Bobol Oleh PT Colombia

SHNet, Jakarta – Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga  menegaskan, terungkapnya pembobolan 14 Bank terungkap setelah dua perusahaan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) dan PT Cipta Prima Mandiri (Colombia) ini yang macet kredit. Dan salah satu Bank P yang merasa dibobol mencapai Rp 425 Milyar, melaporkan kasusnya ke polisi.

“Masih ada 13 bank yang belum melapor, dari kasus bobolnya bank oleh ua perusahaan ini. Dari 13 bank ini, ada bank swsta dan bank BUMN.Namin yang jelas, terbongkarnya kasua ini setelah adanya laporan dari bank P,”  ujar Daniel Silitonga, Senin (24/9) di Gedung  KKP – Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat.

Menurutnya lagi, modus yang digunakan untuk menipu oleh  PT CNP yang merupakan anak perusahaan PT SNP dengan cara menyediakan barang-barang elektronik, dan barang rumah tangga yang dapat dikredit oleh masyarakat. PT CNP melalui nama dagang Colombia membuka jasa kredit barang di banyak daerah di Indonesia.

“Yang jelas,  modusnya itu dengan menggandakan dan menggunakan berkali kali data kredit kepada kreditur bank. SNP ini bergerak di bidang kredit hutang salah satunya Colombia ini yang bergerak di bidang kreditan barang,” papar Daniel lagi.

Saat ditanya, apakah ada oknum bank yang bermain?. Dengan tegas dikatakannya, bahwa polisi akan terus mengungkap bobolnya 14 bank.

” Sesuai dengan ketentuannya, pihak bank akan dikenakan Undang-Undang Perbankan Nomor 10 karena ada oknum bank yang bermain,”paparnya lagi.

Kini polisi masih terus mengejar tiga tersangka yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang. Dan telah menahan lima petinggi dua perusahaan PT SNP dan PT CNP pembobol bank Rp 14 trilyun yaitu,  DS, RA, AP, AS. (Maya Han)