Ayah-Anak, Alvin-Avila Bahar Tak Terbendung Sodok 5 Besar ISSOM Sentul

Ayah-Anak, Alvin-Avila Bahar Tak Terbendung Sodok 5 Besar ISSOM Sentul

TROFI - Alvin Bahar (Honda Racing Indonesia/kiri) bersama putra sulungnya, Avila Bahar usai menerima trofi di podium putaran 5 ISSOM, Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/9). (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, SENTUL – Putaran kelima Indonesian Sentul Series of Motorsport (ISSOM) di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/9) berjalan seru. Khusus kelas Kejurnas Indonesia Touring Car Championship (ITCC) 1600 Max, persaingan sengit terjadi antara dua jawara, Alvin Bahar (Honda Racing Indonesia) dan Haridarma Manoppo (TTI).

Kemenangan di seri keempat Night Race bulan lalu membuat Alvin masih on-fire. Sayangnya, baru memimpin empat lap awal, Alvin sudah diambil posisinya oleh Haridarma sehingga Alvin hanya bertahan di posisi kedua hingga akhir lomba. Haridarma menyudahi balapan di tempat pertama diikuti Alvin di posisi kedua, Demas Agil menyusul di tempat ketiga dan putra sulung Alvin, Avila Bahar menempati posisi keempat.

Cukup istimewa bagi Ayah dan anak bisa finis di posisi runner up dan keempat. Meski hasilnya kurang memuaskan karena Alvin tak bisa kembali juara, ia tetap bahagia melihat putranya, Avila Bahar bisa masuk di posisi keempat kelas bergengsi Kejurnas ITCC 1600 Max. Mobil sendiri menurut Alvin sudah cukup bagus di handling. Tapi, kelemahannya tentu harus lebih ditingkatkan lagi kemampuan mesinnya.

“Kami sudah lebih tahu lagi kekuatan kami sehingga untuk settingan seri berikut di BSD kira-kira sudah ada gambaran. Tentu nanti di BSD juga semua settingan akan berubah dan saya optimistis di BSD hasilnya akan jauh lebih baik,” ujar Alvin kepada SHNet, usai lomba.

Alvin Bahar (kiri) podium kedua ISSOM Putaran 5. (Honda Racing Indonesia)

Soal ia di sebut-sebut sebagai ‘Raja Malam’ karena mencatat sejarah merajai ‘Night Race’, Alvin mengaku lebih termotivasi. Tapi, ia tak saja mau disebut Raja Malam saja sehingga di BSD ia merasa tertantang untuk membuktikan diri juga sebagai ‘Raja Siang’.

“Terima kasih dengan julukan itu karena memotivasi saya untuk bisa merajai balapan di BSD sehingga tak cuma Raja Malam tapi dua-duanya, Raja Malam dan Raja Siang juga,” tutur Alvin lag yang optimistis bisa kembali juara di seri BSD bulan depan.

Alvin tahu, itu tak mudah. Pasalnya, pacuan All New Honda Jazz yang dikendarai Alvin memang relatif standar Honda dibanding Yaris yang dipacu Haridarma telah disupport rumah modifikasi balap dari Jepang, TRD, sehingga ia relatif mudah tertinggal. Tapi, Alvin jelas tak menyerah. “Semoga Honda bisa memaksimalkan waktu yang ada untuk mencari cela untuk hasil terbaik di BSD nanti,” harap Alvin lagi.

Direktur Marketing Sirkuit Sentul, Lola Moenek mengaku bangga melihat perjuangan semua pembalap di putaran kelima ini. “Terima kasih buat dedikasi semua pembalap untuk terus mensukseskan ISSOM di Sentul ini. Kita sama-sama siap menantikan balapan seri berikut di BSD City bulan depan,” papar Lola.   (Nonnie Rering)