Terjepit Antara Asia Tenggara Dan Pasifik

Papua Nugini

Terjepit Antara Asia Tenggara Dan Pasifik

Jakarta, 1 Agustus 1974 – Presiden Soeharto sudah menjanjikan kepada Menlu Papua Nugini Maori Kiki, bahwa pemerintah RI akan mengirimkan rombongan kesenian ke PNG untuk turut meramaikan perayaan kemerdekaan negara tersebut.

Keramaian lainnya juga akan diikuti oleh pemerintah Indonesia nanti. Menurut Menlu/Menteri Pertahanan PNG yang berbicara pada wawancara pers di Hotel Indonesia Rabu sore selama kunjungan empat hari di Indonesia tidak ada masalah konkret yang dibicarakan dengan pihak tuan rumah hanya soal tukar menukar kebudayaan.

Susudah memperoleh kemerdekaan yan Kiki belum dapat katakan kapan (kira-kira bulan depan) PNG akan menjadi anggota Persemakmuran dan akan mempunyai bentuk pemerintahan sama dengan Australia.

Adalah maksud PNG nanti untuk mencari sahabat mereka di Asia Tenggara dan oleh karena Indonesia adalah tetangga yang paling diakui maka wajarlah PNG akan lebih dekat dengan negara ini. Kiki tidak menyebutkan berat kemana nanti PNG apakah Asia Tenggara atau ke Pasifik “Kami terjepit diantara keduanya, akan tetapi komitmen kami pertama adalah ke Pasifik” begitu Kiki berkata.

Jepang
Pada waktu ini PNG sudah membuka kantor perwakilan di Canberra dan sekarang sedang menjajaki untuk juga membuka kantor perwakilan di Jakarta. Kepala kantor perwakilan di Kuimena malah sudah diperkenalkan kepada Menlu Adam Malik.

Kantor ketiga kata Kiki akan dibuka sebelum pergantian tahun ini di Tokyo dan menyusul tahun depan di Washington. Mengapa di Tokyo kata Kiki oleh karena negara tetangga juga dan oleh karena mereka sekarang mempunyai kegiatan di PNG. Jepang kata Kiki sudah memperlihatkan sedikit kegiatan di PNG dan akan menanam modal di sana. (SH)