Tawuran Anak, Orang Tua Kurang Perhatian

Tawuran Anak, Orang Tua Kurang Perhatian

 

SHNet, Jakarta – Wakil Ketua Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita P mengatakan, tawuran terjadi lterhadap anak-anak dikarenakan  banyaknya  orang tua hanya memperhatikan pemenuhan hak fisik anak saja. Sementara,  kebutuhan psikologis dan kondisi perasaannya kurang diperhatikan.

“Banyak hak anak tidak terpenuhi. Orang tua hanya memenuhi hak fisik. Orientasi orang tua pada fisik. Kebutuhan psikologis untuk didengar pendapatnya dan bagaimana perasaannya kurang diperhatikan,”ujar Rita saat berbicara pada FGD Humas Polri di Wisma Bhayangkari Jakarta, Kamis (9/8).

Kembali dijelaskannya, kebanyakan orang tua tidak mengutamakan kepentingan terbaik menurut anak. Melainkan mengupayakan kepentingan yang terbaik menurut orang tua saja. Dengan kata lain banyak ekspektasi yang tidak memenuhi harapan anak.

“Makan, ngobrol bersama anak adalah untuk mendengarkan pendapat anak. Rasa dihormati dan dihargai itu luar biasa, tapi kita sering abai,”ujar Rita.

“Eksistensi di rumah tidak diakui. Didengarkan oleh ortu juga tidak, tapi didengarkaa oleh kelompok, padahal kelompok yang belum tentu benar. Padahal anak sedang mencari identitas. Faktor paling bsr adalah lingkungan dan kesempatan. Ini kadang sepele. Anak tidak terbiasa mengambil keputusan, jadi diajak kesana kemari mau saja. Awal dr tawuran adalah bullying,”pungkas Rita. (Maya Han)