Tamansari : Puing Peninggalan Yang Hampir Musnah

Tamansari : Puing Peninggalan Yang Hampir Musnah

Sinar Harapan, 8 Agustus 1972 – Barangkali karena kemiskinanlah, bangsa Indonesia sampai saat ini belum dapat menghargai barang peninggalan nenek moyang. Hal ini terbukti banyaknya peninggalan sejarah yang telantar dan hampir musnah. Salah satu diantaranya ialah Tamansari Yogyakarta.

Tamansari adalah suatu taman untuk peristirahatan yang didirikan oleh Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengkubuwono I yang memerintah antara tahun 1755 – 1792. Tempat peristirahatan tersebut dibangun oleh arsitek Tumenggung Mangundipuro dan seorang arsitek berkebangsaan Portugis yang disebut Demang Tegis.

Bangunan tersebut menempati tanah seluas 3,5 X 4,5 Ha yang terdiri dari Taman Umbulbinangun (pemandian), Taman Ledok dan Tamansari.

Ada cerita rakyat yang berhubungan dengan Tamansari ini. Cerita pertama yang tersebar luas yakni adanya sumur gemuling, yaitu suatu sumur yang miring dahulunya semasa pemerintahan Pangeran Mangkubumi dipergunakan untuk bertapa dan sumur ini mempunyai terowongan yang menjulur sampai segara kidul.

Dimana terowongan ini merupakan penghubung Raja Mataram untuk berdialog dengan Ratu Roro Kidul. Cerita yang kedua berhubung dengan adanya sumur Gemantung, yaitu bangunan suatu sumur yang seolah-olah tergantung di angkasa.

Konon sumur tersebut merupakan tempat untuk tadah hujan karena Pangeran Mangkubumi hanyamau minum air langsung dari langit.

Lepas dari cerita rakyat tersebut, Tamansari bangunan yang mempunyai nilai arsitek yang tinggi. Dr. Antonio Pinto dan Franca konsul Portugal di Indonesia sangat tertarik terhadap bangunan ini. Atas nasib bangunan ini yang sekarang ini komplek bangunan sebagian besar tertimbun perumahan penduduk sehingga sukarlah untuk menemukan apalagi menikmati bangunan ini.

Pada tahun 1924 dan tahun 1942 sudah pernah dibentuk panitia pemugaran tetapi entah kenyataannya sekarang sekarang ini peninggalan sejarah yang bernilai sangat tinggi ini tinggilah puing-puing yang hampir musnah. Seperti nampak dalam gambar Gapura Hagung, pintu gerbang untuk masuk Tamansari sudah runtuh sebagian. (Foto & Teks : Zamroni)