Taman Wisata Seribu Kolecer Hadir di Desa Bojonggaling

Taman Wisata Seribu Kolecer Hadir di Desa Bojonggaling

Kolecer atau baling bambu merupakan kincir angin tradisional khas Jawa Barat. (www.kilatfintech.com)

SHNet, Sukabumi- Pariwisata memang tengah menjadi daya tarik tersendiri untuk dikembangkan oleh daerah dengan memanfaatkan potensi lokal. Salah satunya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi meluncurkan taman wisata seribu kolecer di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bojonggenteng, Sukabumi, Selasa (14/8). Desa Bojonggaling merupakan salah satu desa wisata di Sukabumi.

Kolecer atau baling bambu merupakan kincir angin tradisional. Kolecer juga merupakan sebuah mainan populer di tanah pasundan. Alat utama permainan tradisional masyarakat Sunda tersebut adalah baling-baling.

Daerah Bojonggenteng juga terkenal dengan sentra perajin kolecer. Sehingga pemerintah dan masyarakat akhirnya bersepakat mengembangkan taman wisata seribu kolecer. Baling bambu yang jumlahnya seribu ini menghiasi jalan di Desa Bojonggaling.

Camat Bojonggenteng Sendi Apriadi mengatakan, program tersebut akan memajukan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang membuat kolecer. Sebabnya, saat ini para perajin kebanjiran pesanan dari warga. Bahkan nantinya kolecer juga akan menjadi cenderamata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bojonggenteng.

“Kolecer atau kincir angin tradisional tersebut merupakan seni budaya tradisional yang menghasilkan bunyi-bunyian yang menarik. Harapannya keberadaan taman seribu kolecer akan menjadi kawasan wisata yang menarik pengunjung,” ujarnya.

Selain taman seribu kolecer dalam waktu bersamaan juga akan diluncurkan program pirus atau ‘pipir diurus’ yang berarti halamam rumah dikelola. Program itu memanfatkan halaman rumah sebagai lahan pertanian yang tidak terlalu banyak memerlukan tempat. Di mana media tanamnya mengunakan polybag dan akan berjejer di jalanan. (Stevani Elisabeth)