Si Noni yang Menyehatkan

Si Noni yang Menyehatkan

Foto: SHNet

SHNet, BANDUNG – Di belakang warung tanaman herbal Sweet Flowers itu, Noni tumbuh tinggi dengan daun merimbun. Ia tumbuh tanpa dikehendaki pemiliknya. Beruntung ada yang memberi informasi bahwa tanaman bernama Mengkudu itu memiliki banyak manfaat mengatasi penyakit berat.

Itulah pengalaman sang pembibit mengkudu, Siti Yanti Komariah, 48 tahun, seorang pembibit dan penjual tanaman herbal Sweet Flowers, seberang Jalan Sport Jabar Center Arcamanik Kota Bandung. Di belakang warung tanaman herbalnya itu, kini terlihat pohon bernama ilmiah Moringa Citrifolia, atau yang dikenal akrab mengkudu.

“Dulu saya mengabaikan tanaman ini. Bahkan hampir saya buang. Tapi saya punya feeling biarlah dia berkembang. Saya lupa kapan persinya tanam, tapi belum ada 2,5 tahun,” papar Yanti  yang sudah 24 tahun menggeluti pembibitan dan penjualan tanaman herbal itu kepada SHNet, Kamis 23 Agustus 2018.

Feeling Yanti benar. Begitu pohon mulai meninggi, suatu hari ada orang pembeli yang membawa informasi tentang manfaat mengkudu. Dari situ Yanti juga mulai menggali informasi lebih lanjut dari internet dan banyak bertanya kepada sesama penghobi herbal.

“Saya sudah mencoba sendiri. Manfaatnya keren. Saya sering makan rujak mengkudu. Beberapa manfaat yang saya ketahui antara lain baik untuk diabetes, membuat pikiran tenang, tidur nyenyak, menurunkan kolesterol, obat sakit jantung, dan mencegah kanker,” tuturnya.

Karena pengetahuan itu, Yanti kini semangat mengembangkan bibit mengkudu. Buah-buah yang tua membusuk jatuh rajin dipungut lalu dibibitkan dalam polybag. Menunggu paling cepat 3 bulan, bibitnya sudah bisa ditanam di tanah. Yanti menjual setiap bibit mengkudu itu dengan tiga harga variatif. Yang paling kecil usia 3-4 bulan biasanya dijual Rp 30.000. Sedangkan bibit mengkudu usia 5-6 bulan biasanya dibandrol harga Rp 40.000. Sedangkan yang lebih tua biasanya berharga mencapai Rp 50.000.

“Pembeli saya kebanyakan orang yang paham herbal. Mereka tahu banyak manfaatnya dan senang dengan harga murah itu,” katanya.

Manfaat Mengkudu

Tidak ada yang salah dari apa yang disampaikan Yanti Komariah. Pada laman-laman situs herbal dan penelitian medis tanaman, banyak sekali ulasan yang meyakinkan akan manfaat si Noni yang luar biasa. Buah mengkudu memiliki manfaat pengobatan mengatasi beragam penyakit karena memiliki kandungan antioksidan sehingga memungkinkan perlawanan terhadap bakteri, tumor, cacingan, analgesik,  peradangan, memperbaiki fungsi imunitas. Pada penyakit luar, mengkudu juga bermangaat untuk mengatasi penyakit kulit, infeksi pernafasan, gangguan saluran menstruasi dan kemih, demam, diabetes dan penyakit kelamin.

Jurnal Farmakognisi yang memiliki komitmen penelitian produk alam urusan medis pada Juni 2016 lalu memuat sebuah penelitian dari India yang dilakukan oleh Mohammad Ali, Mruthunjaya Kenganora dan Santhepete Nanjundaiah Manjula, dengan kesimpulan dari hasil penyelidikan pra-klinis dan klinis, bahwa  Noni secara aktif mampu memberikan efek farmakologis untuk kanker, seperi kolon, esofagus, kanker payudara, kanker usus, penyakit pembuluh darah jantung, diabetes, radang sendi, dan hipertensi.

Ketika perihal mengkudu ini ditanyakan odesa Indonesia di masyarakat, Karim Saripin, seorang petani di Pasir Impun Cimenyan Kab.Bandung spontan bilang pernah mengenal tanaman itu. “Dulu kami kecil pernah makan itu karena tidak ada makanan lain. Tidak terlalu enak tapi ya buat ganjal perut lumayan,” katanya.

Menurut Ketua Pembina Odesa Indonesia, banyak kasus di Indonesia, karena masalah pengetahuan yang lambat membuat orang tidak mengenal manfaat yang bagus dari beragam tanaman herbal, termasuk mengkudu. Padahal menurut Budhiana, tanaman mengkudu, sebagaimana kelor, gingseng jawa, ciplukan, adalah tanaman yang telah teruji mudah tumbuh baik di daratan rendah maupun daratan tinggi mencapai 1.800 meter.

“Masyarakat kita masih sebatas mengenal tanaman ini sebagai tanaman yang tidak memiliki guna, bahkan dianggap makanan orang miskin,” katanya.

Menurut Budhiana, Yayasan Odesa Indonesia yang selama ini memiliki perhatian pengembangan pertanian modern akan mendorong gerakan tanaman pangan dan tanaman herbal di masyarakat, salahsatunya menggerakkan tanaman Mengkudu. Sebab menurutnya, Indonesia butuh kemakmuran dan kesejahteraan gizi dan juga ekonomi pertanian dari hasil bumi tanaman medis.

“Terutama petani pra-sejahtera yang membutuhkan gizi berkualitas. Jadi, tanamlah mengkudu. Mudah tumbuh dan bisa panen sepanjang tahun. (IJ)