Negara Pancasila Lindungi Keselamatan Perkawinan

Negara Pancasila Lindungi Keselamatan Perkawinan

Jakarta, 16 Agustus 1973 – Dalam negara yang berdasarkan Pancasila yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa maka perkawinan mempunyai hubungan yang erat dengan unsur keagamaan dan kerohanian.

Maka sudah seharusna apabila negara memberi perlindungan yang selayaknya pada keselamatan perkawinan, demikian Presiden pada pidato kenegaraannya menyinggung masalah kesejahteraan keluarga.

Berkata selanjutnya Presiden : “Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sangatlah penting artinya kesejahteraan keluarga. Tidak jarang terjadi bahwa kenakalan anak dan remaja juga kenakalan orang dewasa bersumber pada keluarga yang retak atau tidak mesra pertumbuhannya”.

Dalam membina keluarga yang berbahagia sangatlah perlu usaha yang sungguh-sungguh untuk meletakkan perkawinan sebagai ikatan suami isteri dalam kedudukannya yang semestinya dan suci seperti yang diajarkan oleh agama yang kita anut masing-masing dalam negara yang berdasarkan pancasila ini.
Perkawinan bukan hanya menyangkut unsur lahiriah akan tetapi juga diliputi oleh unsur batiniah yang dalam dan luhur. Kata Presiden.

Membentuk keluarga jelas bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara dan mendidik anak-anak secara bertanggung jawab dan kasih sayang.

Karena itu sudah seharusnya apabila negara memberi perlindungan yang selayaknya pada keselamatan perkawinan. Perlindungan juga perlu diberikan kepada suami dan isteri terhadap tujuan yang menyimpang dari keluhuran perkawinan, kata Kepala Negara.

Dalam hubungan ini berkata Presiden : “Saya sangat mengharapkan agar DPR segera apabila mungkin dalam masa sidang sekarang ini menyelesaikan Rancangan Undang-Undang tentang Perkaiwnan yang sangat penting”. (SH)