Nasib Guru SD Lebih Diutamakan

Mulai Tahun 1974

Nasib Guru SD Lebih Diutamakan

Dari Pada Pegawai Negeri Di Luar Departemen Keuangan

Jakarta, 18 Agustus 1973 – Gaji dan kesejahteraan guru sekolah dasar akan lebih mendapat perhatian mulai tahun depan, walaupun tidak setaraf dengan kesejahteraan pegawai Departemen Keuangan tapi bagi guru sekolah dasar ini akan lebih dulu mendapat perhatian dari pada pegawai negeri lainnya.

Memberikan amanat di depan guru teladan seluruh Indonesia, para pelajar pengawal bendera pusaka dan rombongan kebudayaan dari Kaltim di istana negara Sabtu siang, Kepala Negara menekankan pentingnya peranan guru-guru khususnya guru SD sebagai perantara antara anak didik dengan dunia luarnya atau lapangan kerjanya.

Bahkan, kata Kepala Negara, guru tersebut turut membantu tercapainya kemerdekaan Indonesia sebab merekalah yang menjadi perantara antara si pejuang dalam bidangnya masing-masing.

Pejuang politik berjuang dalam bidang politik yang mendapat pengetahuan politiknya dari perantara yaitu si guru, demikian juga pejuang masyarakat dengan menggunakan ilmu kemasyarakatannya dan seterusnya pejuang-pejuang militer.
Walaupun banyak pejuang kita mengaku belajar sendiri tapi untuk mereka tetap ada perantara yang bertindak sebagai guru, kata Presiden.

Menghormati guru, kata Kepala Negara adalah salah satu dari Tri Dharma Bakti yaitu :

1.Dharma bakti kepada Tuhan YME sebagai pencipta alam.
2.Dharma bakti kepada orang tua sebagai pencipta kita yang berarti berbakti kepada sumber kita dan.
3.Berbakti kepada guru sebagai perantara kita dengan pengetahuan akan lapangan kerja kita.

Kepada murid pelajar yang mewakili tiap provinsi yang mengawal dan menaikkan bendera pusaka, Kepala Negara mengatakan bahwa kesempatan demikian adalah atas hasil jerih payah mereka, “kamu telah memetik hasil jerih payahmu, sebagai pelajar terpilih dari provinsi-mu” sewajarnyalah bahwa siapa yang menanam akan memetik dan apa yang dipetik hasil dari yang ditanam.

Kepala Negara mengajak pelajar ini untuk selanjutnya bergiat “menanam” dalam pembangunan agar kelak dapat memetik hasilnya berupa masyarakat adil makmur dan sejahtera.
Hal yang sama diamanatkan kepada rombongan kebudayaan dari Kalimantan Timur yang telah turut memeriahkan Resepsi Kenegaraan di halaman tengah Istana Jum’at malam.

Pada kesempatan ini Kepala Negara, RIA Pembangunan dan Bank Rakyat Indonesia telah menyerahkan hadiah kepada para guru teladan. Hadiah itu terdiri dari antara lain deposito berjangka masing-masing Rp. 100.000 untuk tiga guru teladan yang terpilih. Buku Tabanas masing-masing dengan tabungan Rp. 25.000 sedang guru teladan menerima Tabanas masing-masing Rp. 50.000 disamping itu tiap-tiap mereka menerima uang tunai Rp. 75.000 hadiah berupa barang adalah masing-masing sebuah jam tangan dan beberapa potong tekstil.

Menteri P dan K interim Siwabessy dalam laporannya antara lain mengatakan bahwa untuk tahun yang akan datang pemilihan guru teladan juga akan mengikut sertakan guru sekolah lanjutan.
Kata Siwabessy, 8 diantara guru yang turut kali ini berasal dari ibukota provinsi sedang selebihnya dari kota kecil dan desa.
Tiga guru teladan yang terpilih adalah :

1.Toyib Prawira Nata Surya BA dari DKI Jaya
2.Abdul Hamid dari Jawa Timur
3.Nyonya Hj. Siti Djuriah dari Kalimantan Selatan.

Yang tertua adlaah A, Usin dari Kalimantan Timur yang telah mengajar selama 37 tahun 5 bulan, yang termuda adalah guru teladan pertama yaitu Toyib Prawira lahir tahun 1939. (SH)