Merajut Keragaman di Indonesia Lewat Budaya

Merajut Keragaman di Indonesia Lewat Budaya

Harmoni Indonesia 2018 merajut kembali rasa persatuan, kesatuan dan kebangsaan Indonesia. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang beragam. Beragam agama, adat istiadat dan sebagainya. Keragaman tersebut dapat dirajut lewat budaya.

“Budaya penting untuk merajut keragaman yang ada di Indonesia,” ujar Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto usai pemberian hadiah kepada pemenang bernyanyi bersama di Instagram yang diselenggarakan oleh Harmoni Indonesia 2018, di Kemang, Jakarta, Jumat (17/8).

Dia menambahkan, berita-berita hoax yang berisi kebencian tidak baik untuk merajut keberagaman di Indonesia. Menurutnya, Harmoni Indonesia merupakan gagasan dari Presiden RI Joko Widodo.

Harmoni Indonesia merupakan rangkaian perayaan kemerdekaan RI ke-73 dengan lagu-lagu nasional sebagai benang merah untuk mempersatukan, menguatkan dan merajut kembali rasa persatuan, kesatuan dan kebangsaan Indonesia.

“Ini merupakan kali pertama 48 kota di Indonesia dan 8 kota di luar negeri nyanyi bersama Rayuan Pulau Kelapa,” kata Sidarto.

Ia mengatakan, di era sekarang, perlu dibangkitkan rasa persatuan dan kesatuan khususnya di kalangan generasi muda atau generasi milenial. Dia mengatakan, saat ini, kita masuk dalam tahun politik. Menurutnya, ada satu hingga dua daerah di Indonesia terbelah karena ada amunisi SARA. “Pilkada yang terburuk adalah DKI Jakarta,” lanjutnya.

Sementara itu, Staff Khusus kementerian PUPR Firdaus Ali mengatakan, merajut rasa persatuan, kesatuan, sikap saling menghormati, menyayangi sebagai sesama warga negara Indonesia tidak dapat dilakukan dalam waktu yang cepat.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan sarana yang berkesinambungan. Oleh karena itu, lagu-lagu nasional yang mengingatkan setiap warga Indonesia terhadap sulitnya merebut kemerdekaan.

Kompetisi menyanyi Harmoni Indonesia ini diiukuti oleh 23 orang untuk kategori Solo dan 15 grup dengan total peserta 51 orang. Mereka berusia 17-25 tahun. Pemenang untuk kategori Solo diraih Putri Annisa Utama dan untuk grup diraih oleh Kuarto Voice.

“Kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini. Pada saat memperingati Sumpah Pemuda, akan diadakan lagi,” tutup Sidarto. (Stevani Elisabeth)