Menristekdikti Ajak Peneliti dan Perekayasa Lebih Kreatif Berinovasi

Menristekdikti Ajak Peneliti dan Perekayasa Lebih Kreatif Berinovasi

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat membuka kegiatan ilmiah, di Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8). (Dok. Humas Kemenristekdikti)

SHNet, Pekanbaru- Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengajak para peneliti dan perekayasa untuk lebih kreatif berinovasi. Dengan demikian, mereka siap memasuki era revolusi industri 4.0.

Hal tersebut diutarakannya dalam Kegiatan Ilmiah Nasional dan Internasional dalam memperingati Hari kebangkitan teknologi Nasional (Harteknas) ke-23 di Grand Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8).

Mereka juga diharapkan cermat memahami karakteristik arah transformasi struktur ekonomi Indonesia yang berpola agraris menuju industri berteknologi tinggi, hingga creative innovation. Menteri Nasir optimis bangsa Indonesia dapat mencapai kemandirian dan meningkatkan daya saing.

Ia mengungkapkan tujuan utama penyelenggaraan Hakteknas adalah memperkenalkan inovasi anak bangsa kepada dunia. Inovator Indonesia telah menciptakan berbagai macam inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dia juga menghimbau para periset untuk menghasilkan lebih banyak inovasi. “Inovasi yang lahir dari riset adalah kunci menjadi negara pemenang. Oleh karena itu, sudah ada 10 roadmap penelitian yang menjadi fokus pemerintah, dalam rangka Making Indonesia 4.0,” ujarnya..

Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe selaku Ketua Umum Hakteknas ke-23 mengungkapkan ada tiga kegiatan ilmiah yang diselenggarakan hari ini, yaitu Sidang Paripurna DRN dan DRD dengan tema Membangun Ekosistem Pangan dan Energi

Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, Forum Dekan Fakultas Teknik Indonesia dengan tema Kiprah Fakultas Teknik dalam Memasuki Revolusi Industri 4.0. dan Rapat Kerja Nasional Bidang Riset Tahunan 2018.

Kegiatan Ilmiah Nasional dan Internasional ini diisi dengan 84 kegiatan berupa workshop, simposium, seminar, sarasehan, temu tahunan, rapat paripurna tahunan, serta pertemuan asosiasi profesi/praktisi, dengan 45 kegiatan dilaksanakan di Riau dan 39 di luar Riau. (Stevani Elisabeth)