Ketua LPAI, Sering Di Bully Mengakibatkan Anak Gemar Tawuran

Ketua LPAI, Sering Di Bully Mengakibatkan Anak Gemar Tawuran

 

SHNet, Jakarta – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan, anak yang sering di bully saat masih anak-anak dapat mengakibatkan seringnya tawuran saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Tawuran itu sendiri merupakan reaksi dari sebuah aksi dari anak-anak yang tertekan.

“Dulu ada gelanggang remaja, kemana sekarang? Jangan sampai ada aksi melahirkan anak-anak yang melakukan kekerasan, menghina pemimpin, tidak menghargai orang tua,”ujar Kak Seto diacara saat Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri di Gedung  Wisma Bhayangkari, Kamis (9/8).

Menurut Seto, mengutip data di Jabar dimana ditemukan ada 60-70 persen siswa SD di Jabar mengalami bullying. Ia menganggap bully ini awal dari tawuran. Juga ada tradisi Jumat berdarah, dimana harua ada darah yang mengalir pada Junat tersebut. Tradisi itu diwariskan dari para senior di sekolah.

“Ada satu cara mendidik yang keliru dari senior tapi didukung siswa, ada insting membunuh dan menghancurkan,”ujarnya lagi

Kekerasan ini sebetulnya, ujar Seto, merupakan produk dari lingkungan. Semua anak pada dasarnya baik. Kenapa jadi nakal, karena lingkungan mengubahnya jadi nakal. Dasarnya semua anak baik, positif dan cerdas, tapi kadang menerima kekerasan verbal yang ditimbulkan pada mereka. Ada sistem pendidikan yang tidak menghargai.

Padahal, lanjut Seto, semua anak cerdas pada bidangnya. Karena itu penting mendidik dengan cinta yang sering dilupakan. Tapi mendidik dengan kekerasan yang sering dilakukan.

“Anak diperlakukan seperti robot, makin nurut makin bangga. Kadang-kadang anak frustasi. Kurikulum pendidikan yang terlalu padat merupakan kekerasan pada anak di sekolah,”kata Seto. (Maya Han)