Kemenristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Dapat Akreditasi Internasional

Kemenristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Dapat Akreditasi Internasional

Peserta International Conference Outcome-Based Internal Quality Assurance System,, Rabu (8/8). (Dok. Humas Kemenristekdikti)

SHNet, Pekanbaru- Kemnenterian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan standar mutu guna memperoleh pengakuan internasional baik dari akreditasi, sertifikasi, peringkat dan assessment.

Hal tersebut diutarakan Plt Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad dalam International Conference Outcome-Based Internal Quality Assurance System, di Hotel Labersa,Rabu (8/8).

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-23 tahun 2018 dengan tema “Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi”.

“Perguruan tinggi jangan hanya merasa puas jika telah mendapatkan akreditasi unggul, baik prodi dan institusi, akan tetapi harus terus menerus meningkatkan mutu pendidikan tingginya, bahkan mampu terkareditasi internasional menuju World Class University. Wawasan dan komitmen dalam mengupayakan mutu secara berkelanjutan harus terus diperkuat. Selalu berupaya meningkatkan kualitasnya, sehingga pada akhirnya mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang sama kualitasnya dan berdaya saing tinggi untuk berkiprah di arena global,” ujar Intan.

Kemenristekdikti terus melakukan facilitating, enabling, dan empowering penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal sebagai fondasi pengakuan SPME (nilai akreditasi prodi/institusi). Program studi/institusi yang telah terakreditasi B terus didorong meningkatkan SPMI untuk mendapatkan akreditasi A.

Menurutnya, saat ini ada 73 institusi/perguruan tinggi telah terakreditasi A didorong untuk terus meningkatkan standar mutu tridharma perguruan tinggi untuk mendapatkan pengakuan internasional (akreditasi, sertifikasi, peringkat, dan assessment).

Begitu juga bagi program studi yang telah terakreditasi A. Pada 2018 sudah difasilitasi 10 Prodi menuju Akreditasi Internasional, sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing bangsa pada tatanan global.

Untuk tahun 2019, Kemenristekdikti akan memberikan dana stimulan bagi program studi yang sudah siap untuk mengajukan akreditasi internasional.

Paradigma penting dalam akreditasi internasional adalah menjadikan capaian pembelajaran (outcomes), asesmen dan evaluasi pencapaiannya sebagai basis penjaminan mutu dan perencanaan strategi akademik.

Diperlukan upaya peningkatan mutu pelaksanaan pendidikan, mulai dari penentuan profil lulusan, penentuan capaian pembelajaran, perancangan Kemenkurikulum, asesmen capaian pembelajaran, evaluasi, dan tindakan perbaikan berkelanjutan (continous quality improvement) berstandar internasional untuk mendapatkan pengakuan akreditasi internasional (ABET, AACSB, ASIIN, JABEE, ABEST21, KAAB, RSC, IMAREST).

Para pemegang kebijakan institusi selayaknya mempunyai wawasan dan paradigma yang memadai tentang standar pendidikan dan akreditasi internasional. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk dilaksanakan international conference dengan tema “Outcome-Based Internal Quality Assurance System” untuk menemukan strategi yang efektif dan efisien untuk mengembangkan sebuah prodi/institusi yang diakui tidak hanya di Indonesia namun secara global (internasional).

Adapun tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang mendalam dan komperehensif mengenai outcome-based Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI);

mendapatkan pemahaman bersama mengenai faktor yang menentukan keberhasilan implementasi SPMI dan konsekuensi dari keberhasilan implementasi SPMI; dan merancang peran strategik SPMI untuk mendorong institusi/prodi untuk mampu mendapatkan akreditasi unggul nasional dan internasional. (Stevani Elisabeth)