Jumpa Kartika Sari Soekarno

Jumpa Kartika Sari Soekarno

Oleh Wartawan “SH” Harry Kawilarang

Jakarta, 20 Agustus 1974 – Seorang gadis cilik malam tanggal 15 Agustus, menjadi tamu Dr. Hatta. Ia ditemani oleh Nyonya Hartini Soekarno. Tamu kecil ini memakai “long dress” batik berdasar hitam dengan bunga-bunga kecil wara coklat.
Rambut digulung keatas dengan konde kecil, kulit kuning langsat menyebabkan ia tampak cantik.

“Apakah dia seorang wartawan ?”, tanya perempuan kecil ini pada kawan disebelahnya dengan curiga ketika didatangi seorang tamu berkalung alat potret.

“Setahu saya dia bukan wartawan tetapi suka motret di sini” sambut yang ditanya dengan bahasa Perancis.
“Saya tidak senang pada wartawan”, katanya lagi sambil mengunyah kue. “Apa alasanmu ?” tanya kawan di sebelahnya.
Gadis cilik itu menjawab “Sebab, setiap berada di hadapan wartawan, saya selalu diminta untuk bersenyum atau tertawa di depan lensa mereka”.

Sedang libur
“Mari sini Kartika, kita bikin foto bersama dengan Bapak da Ibu Hatta” seru Nyonya Hartini dari ruang tengah. Sungguh pun terlihat cemberut tetapi dengan menyeret kaki kecilnya ia nimbrung juga di tengah kedua orang tua itu.

Sudah lama gadis cilik ini berniat untuk berkunjung ke Indonesia, cerita Nyonya Hartini dan baru sekarang terkabul.
Putri tunggal dari mantan Presiden Soekarno almarhum dengan Ratna Sari Dewi ini dapat mengunjungi saudaranya di Indonesia karena sekolah “Karina” (begitulah ia disebut kawan-kawannya di sekolah) di Paris sedang libur panjang.

Banyak acara telah dilakukan bersama saudaranya antara lain mengunjungi makam ayahandanya di Blitar. Tidak lupa pula oleh saudaranya ia diajari pelajaran bahasa Indonesia.
“Saya berusaha untuk belajar bahasa Indonesia walaupun sukar dibandingkan dengan bahasa Perancis dan Jepang”, tukas si kecil ini secara fasih.

Tari Bali
Sungguhpun masih kecil tetapi ia dapat pula menikmati alam yang indah dan ini didapatinya di Bali, “Sukma mengajari saya tarian Bali”, ujar gadis cilik itu tetapi tidak jelas jenis tarian apa yang didapatinya dari Sukmawati.

Sambil berpangkku kaki, Kartika memasukkan potongan kue terakhirnya ke mulut sambil mengobrol dengan kawan di sebelah tanpa menghiraukan lagi bunyi tombol alat potret. “boleh minta tambah kue sepotong lagi ?”, tanyanya.
“tentu saja”, sambut Halida, puteri bungsu Moh. Hatta, seraya menyendok potongan kue dan memindahkan ke piring kecil Kartika.
“Di mana ibumu, Kartika ?”, tanya Halida, “Monte Carlo” Jawabnya.

Terus ke Tokyo
Menurut rencana, gadis yang berusia 7 tahun dan lahir tanggal 11 Maret 1967 ini, ibunya akan menyusul di Jepang. Kartika sendiri akan meninggalkan Indonesia tanggal 25 Agustus mendatang dan langsung ke Tokyo.

Acara berkunjung di kediaman Dr. Hatta sungguhpun singkat namun diliputi suasana kekeluargaan.
Sebelum berpisah, kedua kaki yang kecil Kartika menjinjit ke atas dan menciumi pipi kedua orang tua yang dikunjunginya itu.

Halida yang termasuk kolektor tandatangan menyodorkan albumnya, dengan disaksikan oleh tuan dan nyonya rumah, jari kecil yang memegang ballpoint itu menari-nari di atas kertas putih, menulis nama lengkapnya dengan rapih “Kartika Sari Soekarno”.