Istana Kepresidenan Diarahkan Kepada Pola Hidup Sederhana

Kepala Rumah Tangga Istana

Istana Kepresidenan Diarahkan Kepada Pola Hidup Sederhana

Jakarta, 7 Agustus 1974 – Segala tata cara dalam kegiatan yang menyangkut Istana Kepresidenan kini sedikit demi sedikit dirahkan kepada kebiasaan dan adat istiadat Indonesia, terutama sehubungan dengan adanya pola hidup sederhana yang dewasa ini dianjurkan pemerintah, demikian diungkapkan oleh Kepala Rumah Tangga Istana Joop Ave.

Berbicara pada suatu ceramah dihadapan para anggota persatuan wanita Departemen Penerangan “Dian Ekawati” hari Selasa di Jakarta, Joop Ave mengatakan bahwa Indonesianisasi itu telah dijalankan dalam upacara keistanaan seperti dalam hal makanan, tata rias suatu ruangan dan cara berpakaian dalam resepsi.

Dewasa ini ruangan tamu, kamar tidur,, tempat tamu negara bermalam dan ruangan resepsi baik hiasan dalam maupun luarnya sudah diwarnai dengan segala sesuatu yang menggambarkan kebudayaan Indonesia, demikian katanya.

Sebagai contoh, sebuah ruangan di Istana Kepresidenan katanya telah diberi hiasan yang bercorak kebudayaan Sumatera Barat lengkap dengan barang yang ditata khas menurut kerajinan tangan penduduk wilayah tersebut. Menurut Joop Ave, isteri Gubernur Sumatera Barat yang mengatur langsung hiasan dalam (interior) ruangan itu.

Pakaian nasional
Menyinggung soal tata cara berpakaian, Kepala Rumah Tangga Istana itu menganjurkan agar para ibu yang menghadiri suatu resepsi yang diadakan di Istana mengenakan pakaian nasional yang umum dipakai yaitu Kebaya.
“Pakaian nasional kini nampak sudah biasa dipakai pada resepsi di Istana”, kata Joop

Menurut Joop yang paling sulit dilaksanakan adalah makanan atau hidangan, terutama dalam jamuan makan untuk tamu asing.
Yang penting, demikian katanya, makanan kecil seperti kue harus dibuat dengan ukuran “by size” sekali suap habis sebab ada beberapa makanan Indonesia tertentu yang sulit dimakan bila dibuat dalam ukuran besar.

Suatu ketika seorang menteri presiden negara asing yang sedang berkunjung ke Indonesia harus ganti pakaian ketika bajunya kena semprot isi kue Klepon (kue dari tepung ketan yang diisi dengan gula merah) yang dibuat dalam ukuran normal, kata Joop Ave.
Joop Ave selanjutnya mengatakan bahwa makanan sedapat-dapatnya terdiri dari hidangan khas Indonesia dengan mengingat siapa tamu yang akan dijamu.

Untuk orang asing bagaimana juga makanan negara asalnya tidak boleh ditinggalkan, sementara makanan khas Indonesia diletakkan sebagai “pajangan”, katanya.

Namun demikian makanan mahal yang biasa didatangkan dari luar negeri kini sudah tidak disediakan lagi, kata Joop menambahkan sesuai dengan pola hidup sederhana. (SH/Ant).