INW, Indonesia Butuh “Jenderal Narkoba” di 5 Provinsi Saat Ini

INW, Indonesia Butuh “Jenderal Narkoba” di 5 Provinsi Saat Ini

SHNet, Jakarta – Mengingat Narkoba menjadi salah satu ancaman serius bangsa saat ini, Indonesia Narcotics Watch (INW) meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mempertimbangkan latar belakang atau pengalaman serse narkoba sebagai salah satu syarat dalam setiap pengangkatan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).

Selain merespons pernyataan Presiden Jokowi yang menegaskan negara darurat narkoba, Kapolda berlatar belakang serse narkoba menjadi sangat penting untuk memastikan strategi, program, dan kegiatan pemberantasan narkoba berjalan maksimal sesuai rencana.

Menurut catatan INW,  ada lima provinsi paling rawan narkoba saat ini penting dipimpin Kapolda berpengalaman di serse narkotika. Berdasarkan Survey Nasional Penyalahgunaan Narkoba tahun 2017, lima provinsi penyalahguna narkoba tertinggi masing-masing Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Sumatera Utara.

“Penempatan Kapolda berpengalaman di reserse narkotika menjadi penting untuk memastikan program dan strategi nasional dibidang pencegahan dan pemberantasan narkoba terlaksana dengan baik dan maksimal,” ujar ketua INW Josmar Naibaho di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Seperti diketahui dari hasil survey nasional penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi yang dilakukan oleh BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2017 lalu menunjukkan dari 3.376.115 orang jumlah total penyalahguna narkoba, lebih dari 60 persen atau 1.908.000 orang ada di lima provinsi. Jumlah penyalahguna terbesar disumbang oleh Provinsi Jawa Barat (645.482), Jawa Timur (492.157), Jawa Tengah (284.186), DKI (260.656) dan Sumatera Utara (256.657).

“Data ini menunjukkan betapa pentingnya Kapolda yang berlatar belakang serse narkoba, yang memahami anatomi jaringan sindikat di lima daerah paling rawan narkoba ini,. Rekam jejak penugasan di pemberantasan narkoba hendaknya menjadi pertimbangan utama”.ujar Josmar.

Alasan lain pentingnya latar belakang/pengalaman serse narkoba menjadi pertimbangan dalam mengisi jabatan Kapolda adalah karena karakteristik kejahatan narkoba berbeda dengan karakteristik kriminal umum dan jenis kriminal lainnya. Jaringan sindikat narkoba beroperasi rapi, terorganisir dan tertutup serta disokong pendanaan yang kuat.

Disisi lain, INW juga berharap Polri melakukan upaya luar biasa berupa penajaman strategi, program, kegiatan inovatif dan berkelanjutan. “Hanya dengan strategi pencegahan dan pemberantasan yang berkelanjutan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat ditekan secara signifikan,”jelas Josmar. (Maya Han)