INASGOC Kerja Keras Antisipasi Sepinya Penonton Cabang Tak Populer

INASGOC Kerja Keras Antisipasi Sepinya Penonton Cabang Tak Populer

PELAJAR - Ketua Umum INASGOC saat temu media menyangkut tiket Asian Games 2018. Erick mengatakan pihaknya akan mengerahkan pelajar, mahasiswa, polri, TNI, sebagai penonton di pertandingan tak populer seperti Kabadi, Kurash, Bridge, atau Sambo. (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, JAKARTA – Semakin dekat waktu penyelenggaraan pesta akbar empat tahunan Asian Games 2018, INASGOC sebagai Panitia penyelenggara Asian Games 2018 harus bekerja keras guna mengatasi sepinya penonton di setiap  pertandingan.

Apalagi banyak cabang yang tak popular dipertandingkan di pesta olahraga terbesar di Asia kali ini. Ketua Umum INASGOC, Erick Thohir secara terus terang mengakui cukup mengkhawatirkan penonton bisa saja sepi saat tim negara asing bertanding di Asian Games 2018.

 Apalagi cabang yang dipertandingkan tidak popular di Indonesia.
Oleh karena itu, Erick mengatakan pihaknya akan mengerahkan pelajar, mahasiswa, polri, TNI, sebagai penonton di pertandingan tersebut.

Erick mengakui cabang – cabang olahraga yang non unggulan berpotensi minim penonton, terutama saat negara asing bertanding, seperti Kabadi, Kurash, Bridge, dan lainya. Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa tiket sudah habis terjual hingga 20 persen dari pertandingan yang akan di pertandingkan.

 Bahkan, cabang sepak bola juga berpotensi akan kehilangan penonton jika negara asing bertanding. Dengan begitu, ia berharap masalah itu bisa terselesaikan dengan baik.

“Untuk sepak bola baru 20 persen tiket yang terjual. Ini bukan keseluruhan. Untuk negara-negara asing, tak mungkin penuh, kalo Kabadi ya susah jual tiketnya. Cuma kalo nanti pertandingan tim Indonesia, ya pasti akan penuh. Cuma ketika pertandingan, contoh Hongkong, Laos bermain, jadi turun 20 persen. Kita pun berinisiatif mengerahkan mahasiswa untuk memenuhi stadion. Itu menjadi salah satu altenatif kami,” kata Erick.

 Meski begitu, Erick mengatakan bahwa antusias masyarakat semakin hari terus meningkat dan semakin terasa demamnya. Tingginya antusias masyarakat dapat dilihat dari terus meningkatnya pembelian tiket Asia Games 2018 baik untuk menonton pertandingan maupun menonton Upacara pembukaan.

Tiket yang semenjak tanggal 30 Juni 2018 dijual melalui KiosTix, mitra pengelolaan tiket Asian Games 2018 hingga hari ini terus menunjukan grafik positif. “Apabila melihat antusias dan minat masyarakat yang tinggi seperti ini, kami sangat optimis akan banyak tiket yang terjual terutama untuk tiket Upacara pembukaan Asian Games 2018,” ucap Erick.

 Panitia Pelaksana Asian Games 2018 juga mengeluarkan berbagai promosi yakni promo pelajar, tiket terusan, potongan harga hingga doorprize. Pelajar atau generasi muda inilah yang harus menjadi saksi utama dan terinspirasi dari kehadiran Asian Games di tanah air, sehingga mampu membawa Indonesia ke level yang lebih tinggi di berbagai bIdang.

Oleh karena itu, Panitia mengeluarkan promo bagi pelajar yang mana hanya dengan menunjukan kartu pelajar atau mahasiswa akan mendapatkan potongan 15%, promo ini hanya berlaku di pop-up store Asian Games 2018 hingga 10 Agustus 2018. Sosialisasi mengenai promo pelajar telah dilakukan semenjak awal minggu melalui media sosial yang merupakan sumber informasi utama bagi generasi muda saat ini.

 Chief Executice Officer I (CEO) PT Pison TicketTech Ade Sulistioputra mengatakan antusias penonton memang terasa sangat tinggi. Bahkan, dia mengklaim bukan hanya cabang populer saja tiket terjual banyak, tapi cabang non olimpik juga memperlihatkan hasil positif. Hal itu menandakan bahwa Asian Games 2018 sudah mulai dilirik oleh masyarakat Indonesia.

“Seperti pak Erick bilang, Cabor seperti Bulutangkis, bola voli, basket, renang, pembelian lumayan tinggi, tapi tidak hanya itu, karena ada pembeli juga untuk cabor Gymnatic, sepatu roda, berkuda. Ada market-market yang tidak cuma olahraga yang pasaran, memang ada antusias juga di cabor lain,” ungkap Ade.  (Nonnie Rering)