Evakuasi Wisatawan, LOP Beroperasi 24 Jam

Evakuasi Wisatawan, LOP Beroperasi 24 Jam

Para wisatawan mancanegara berada di Bandara Lombok Praya (LOP) menunggu proses evakuasi, Senin (6/8). (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Lombok- Upaya evakuasi wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) terus dilakukan oleh pemerintah dan lintas sektor.

Bahkan, Bandara Lombok Praya (LOP) beroperasi 24 jam mulai dari Senin (6/8) hingga tiga hari ke depan. Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata telah tiba di Lombok untuk langsung

Menteri Pariwisata Arief Yahya segera meminta Staf Khusus Menteri Bidang Akses dan Infrastruktur Judi Rifajantoro untuk meminta maskapai kembali terbang ke Lombok, agar tidak ada penumpukan penumpang. “Kami akan terus memberikan informasi yang terkini, tentang segala situasi yang terjadi, terkait 3A. Akses, Amenitas dan Atraksi di Destinasi Lombok dan Bali,” ujar Menpar.

Informasi yang didapat Tim Crisis Center Kemenpar dari AP I, hari ini sudah ada dukungan 1 extra flight dari Garuda Indonesia (GA) dan 3 extra flight dari Lion Air.

Staf Khusus Menteri Bidang Akses dan Infrastruktur Judi Rifajantoro mengatakan, hari ini, maskapai Garuda Indonesia (GA) mengoperasikan 7 penerbangan, dengan penerbangan terakhir pukul 24.00 WITA menuju Denpasar. Seluruh kursi telah terisi.

“Besok, 7 Agustus 2018 GA akan mengoperasikan 6 penerbangan, dengan keterangan 5 penerbangan sudah terisi penuh. Sedangkan, 1 penerbangan dengan pesawat Airbus 330 dengan kapasitas 300 kursi masih dalam proses penjualan,” kata Judi.

Sebagai informasi, getaran gempa 7.0 SR yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018 dirasakan paling kuat dan berdampak parah di wilayah utara dan timur pesisir Lombok, sedangkan di 3 Gili dan di Senggigi getaran tidak dirasakan kuat. Tidak ada laporan eksodus wisatawan dari Senggigi.

Senin malam, pemerintah telah dan terus mengupayakan pemberangkatan wisatawan domestik dan mancanegara, dari 3 Gili (Trawangan, Meno, Air) menuju Tanjung Benoa, Bali. Kapal pertama yang sudah berangkat adalah Kapal Binaya yang membawa kurang lebih 600 wisatawan.

“Saat ini, Bounty Cruise sedang dalam proses pemberangkatan sekitar 300 wisatawan, dan 1 tambahan kapal ASDP disiapkan untuk membawa sekitar 500 wisatawan lainnya yang masih bertahan di Gili Trawangan, jika harus berangkat malam ini,” kata Ketua Tim Crisis Center di Lombok, Guntur Sakti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB M Faozal mengatakan, Tim SAR terus mengerahkan kapal-kapal kecil berkapasitas 20 orang. Kapal kecil tersebut untuk mengevakuasi wisatawan yang berada di pantai. Karakter air di Gili Trawangan yang dangkal membuat Tim evakuasi tidak bisa mengerahkan kapal-kapal besar untuk mengevakuasi para wisatawan.

“Wisatawan yang sudah berhasil langsung dibawa ke posko bencana. Kemudian akan dibawa ke Pelabuhan Lembar untuk diangkut ke Bali menggunakan kapal ferry. Ada juga yang diantar ke Bandara,” jelas Faozal.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Cabang Lembar yang melayani lintasan Lembar-Padangbai atau menghubungkan wilayah Lombok dan Bali, maupun di Cabang Kayangan juga beroperasi kembali.

“Dari Kemenpar sudah mengirimkan bus untuk membawa wisatawan yang berhasil dievakuasi. Dari pelaku pariwisata juga banyak yang mengerahkan mobilnya untuk membantu,” jelasnya.

Angkasa Pura (AP) I sebagai pengelola Bandara Lombok Praya (LOP) turut membantu dengan menyiapkan berbagai fasilitas khusus bagi para wisatawan yang sedang menunggu proses evakuasi. Beberapa fasilitas yang telah disiapkan di antaranya karpet sebagai alas istirahat, air mineral, makanan kecil, hingga selimut bagi lansia dan anak-anak.

Tak hanya itu, upaya antisipasi dengan adanya penambahan petugas cleaning service juga dilakukan agar kebersihan tetap terjaga dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Sedangkan bagi operator penerbangan, telah disediakan reservation dan ticketing counter bagi operator penerbangan untuk penanganan reschedule dan reservasi penerbangan. (Stevani Elisabeth)