Desainer Yurita Puji Mempromosikan Potensi Pasar Mayestik

Desainer Yurita Puji Mempromosikan Potensi Pasar Mayestik

Tiga koleksi Yurita Puji hasil kolaborasinya dengan penjahit dan toko tekstil di Pasar Mayestik. Koleksi ini tampil di Mayestik Runway. (Ist)

 

SHNet, Jakarta- Desainer Yurita Puji ikut memeriahkan Mayestik Runway dengan menampilkan koleksinya, hasil kolaborasi dengan penjahit dan toko kain yang berada di kawasan Mayestik, Jakarta Selatan, kemarin.

Mayestik Runway yang diselenggarakan oleh Jak Mikro bertujuan untuk mempromosikan potensi pasar Mayestik yang selama ini dikenal dengan toko-toko yang menjual tekstil.

Pada kali ini Yurita menampilkan 3 desain dengan bahan batik yang di kenakan oleb ibu Nita Yudi sebagai ketua IWAPI, kain Tapis di bawakan dengan cantik oleh Tashya Megananda Yukki wakil ketua bidang UKM, HIPPI DKI, dan Tenun Jepara dibawakan oleh Jeany Wang anggota Komtap Internasional affair DPP IWAPI.

Penjahit dari Mayestik yang berkolaborasi dengan Yurita Puji kali ini adalah Yuli Mode an Deliza Butik. Dalam event ini Yuli Mode, Yurita Puji, dan Jeany Wang sebagai desainer aksesoris mendapat juara ke 3 dalam kolaborasinya.

“Saya sangat senang sekali bisa ada di acara ini untuk sama-sama saling belajar, untuk menampilkan produk lokal memang harus seperti ini, berkolaborasi, baik dari musenya, dari supplier kainnya dan dengan penjahitnya sendiri, dan berhati- hati untuk tidak menimbulkan pergesekan karena waktu pengerjaannya yang cukup singkat, tim yang penting tidak saling menyalahkan dan mencari solusi jika ada masalah.” ungkap Yurita.

Acara runway ini mengundang tamu – tamu yang terdiri dari para pejabat dan komunitas – komunitas di Jakarta. Sebagai desainer yang telah hadir di panggung- panggung Internasional Yurita tetap ingin semua pihak bisa eksis di mana pun untuk media promosi produk masing – masing. Kualitas dari penjahit pasar mayestik tentunya tidak bisa di pandang sepele karena lokai di area pasar, tetapi sebenarnya kualitas jahitnya cukup bagus.

Tidak salah jika desainer -desainer menggunakan jasa mereka untuk usaha para desainer sendiri. Yurita juga mengungkapkan, “Memiliki pegawai banyak untuk produksi tentu memakan cost yang lumayan besar untuk para desainer, sebagai permulaan usaha desainer bisa menggukanan jasa outsourching salah satunya di mayestik ini. Dulu saya memulai usaha 9 tahun dengan outshourching kemana – mana, biarpun lelah kesana kemari untuk produksi namun memang kondisi saat itu usaha saya belum memiliki modal untuk mempunyai pegawai tetap. Namun kini saya punya banyak pegawai tetap setelah merintis beberapa tahun.” (Stevani Elisabeth)