BNN Tangkap Ibrahim Anggota Dewan Yang Menjadi Bandar Narkotika Di Langkat

BNN Tangkap Ibrahim Anggota Dewan Yang Menjadi Bandar Narkotika Di Langkat

SHNet,Jakarta –  Badan Narkotik Nasional  (BNN)  tangkap anggota DPRD Kabupaten Langkat, Ibrahim als Hongkong warga Dusun II Bakti Desa Paya Tampak, Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Penangkapan terhadap Ibrahim als Hongkong dilakukan pada Senin (20/8/2018) dinihari oleh tim gabungan BNN, Bea dan Cukai , TNI AL Langsa serta Polda Sumatera Utara. Hal ini dijelaskan oleh Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari.

” Penangkapan terhadap Anggota Dewan yang menjadi bandar narkoba ini berawal dktangkapnya, kapal kayu di perairan Selat Malaka oleh tim gabungan pada Minggu (19/8/2018) siang tepatnya pukul  14.30 wib. Menurut informasi yang kita dapat,  adanya peredaran gelap narkotika di Pangkalan Susu, Sumut,” kata Arman lagi melalui pesan milisnya kepada SHNet, Senin (20/8/2018).

Dari penangkapan di kapal kayu itu, tegas Jenderal bintang dua ini lagi ada empat tersangka yang ada di kapal kayu itu amankan. Ke-empat tersangka itu diketahui, Amat warga Pangkalan Susu, Sumut, Ibrahim warga Pusung Baru, Aceh, A Rahman warga Pangkalan Brandan, Sumut dan Joko Warga Pangkalan Brandan, Sumut.

” Didalam.kapal kayu itu kami temukan barang bukti tiga karung goni yang berisikan narkoba jenis sabu,”  terang Arman Depari lagi.

Dari pengembangan empat tersangka ini papar Deputi Pemberantasan BNN, berhasil ditangkap Ibrahim als Hongkong yang diketahui adalah pemilik narkotika jenis sabu di dalam kapal dan Rinaldi als Nardi pemilik kapal kayu.  Tidak itu saja, namun tim juga berhasil menangkap Ibrahim als Jampok.

” Ibrahim als Hongkong yang anggota DPRD itu adalah pemilik narkoba, sedangkan Ibrahim  als Jampok adalah kaki tangan atau kurir dan orang kepercayaan Ibrahim als Hongkong.  Jampok inilah yang menyimpan sabu di gudang di daerah Pangkalan Susu,” katanya lagi.

Sementara itu dalam kesempatanyang sama Indonesia Narcotiks Wach (INW) mendong BNN untuk melakukan test urine secara dadakan kepada legislatif di daerah secara acak dan berkala.

” Sangat ironis sekali, di saat Presiden memerintahkan untuk perangi narkoba di Indonesia dan tembak mati bandar perusak bangsa. Ini malah, anggota dewan yang menjadi bandar narkoba. Untuk itu INW meminta kepada BNN untuk melakukan tes urine kepada anggota Dewan secara acak dan terus menerus,” tegas Ketua INW, Josmar Naibaho.

Kembali dikatakannya lagi, tes urine itu juga bisa dilakukan kepada  Aparatur Sipil Negara lainnya secara random dan berkala. Ini untuk memastikan, bahwa  wakil rakyat dan aparatur sipil negara mendukung program pemerintah mengatasi darurat barkoba yg sudah ditetapkan oleh Presiden.

“Yang jelas, jangan diberi ampun kepada anggota dewan yang menjadi bandar narkoba. Ini memalukan sekali, ” tegas Josmar lagi.

Dari hasil penangkapan enam tersangka narkoba ini, berhasil disita kapal kayu yang berisikan tiga karung goni beriaikan narkotika jenis sabu dan puluhan ribu ekstasi. Mobil Fortuner Nopol BK 5 IH, uang tunai Rp 1.550.000, kartu ATM, Paspor serta kartu Anggota DPRD Kab Langkat anat nama Ibrahim.

” Di dalam kapal kayu itu, tidak saja ditemukan sabu namun juga ditemukan ekstasi puluhan ribu. Yang semuanya ini adalah milik Ibrahim als Hongkong,” beber Arman lagi. (Maya Han)