40 Kebaya Pernikahan dari Aceh hingga Papua Tampil di Merajut Nusantara

40 Kebaya Pernikahan dari Aceh hingga Papua Tampil di Merajut Nusantara

Koleksi kebaya karya Vera Anggraini tampil di Merajut Nusantara. (Ist)

SHNet, Jakarta- Alunan nada etnik pentatonik KuaEtnika merajut rasa membuka tampilan Merajut Nusantara, show tunggal dari perancang busana Vera Anggraini.

Sebuah hentakan nada tinggi seakan menjadi tanda dimulainya sekuens Khatulistiwa dimana 13 koleksi kebaya dari Sulawesi dan Indonesia Timur membawa mata menikmati keindahan warna dan bentuk kekayaan tradisi.

Wangi dupa ratus bokor merubah suasana. Dua abdi dalem dengan perlahan membawa ratus dan payung, memberikan suasana sakral di sekuens kedua. Di Jawa Dwipa yang merupakan sekuens kedua ini, ada 12 koleksi kebaya Jawa yang idenya datang dari siluet kebaya encim dan kutubaru.

Swarnadwipa menampilkan koleksi kebaya dari Pulau Sumatera. Diawali dengan dua penari kontemporer bergaya Padang, 15 kebaya tampil dengan siluet penuh variasi yang tidak jauh dari pakem. Dengan warna-warna yang memancarkan kilauan emas yang cemerlang, Swarnadwipa menjadi penutup dari show tunggal Vera.

“Dalam show tunggal ini saya menampilkan 40 kebaya yang saya persiapkan dalam waktu 4 bulan,” ujarnya.

Dia mengaku sempat takut dan kurang percaya diri dalam menggelar show tunggalnya ini. Namun berkat dukungan teman-temannya seperti penata riah Mamie Hardo, Des iskandar, Fotografer Drawis Triadi dan Wedding Organizer Emil Eriyanto, dia mampu menggelar show tunggal.

Menurutnya, kebaya-kebaya rancangannya meski ada siluet modernnya, tidak keluar dari pakem. Misalnya, kebaya Sumatera Barat hadir dengan baju kurung. Sunting warna emas untuk busana pengantin Sumatera Selatan. Untuk pengantin Jawa masih menggunakan pais Solo, Madura dan Yogyakarta. (Stevani Elisabeth)