Uang Jasa Medik Dipotong, Sejumlah Bidan Protes

Uang Jasa Medik Dipotong, Sejumlah Bidan Protes

 

SHNet, KUPANG-Sejumlah bidan yang bertugas di Puskesmas Tarus, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) protes kebijakan Kepala Puskesmas Tarus, drg.Imelda Sudarmaji karena memotong uang jasa pelayanan medik mereka untuk Akreditasi Puskesmas tersebut.

Para bidan mengaku protes karena mereka tidak puas dengan pemotongan hak mereka untuk akreditasi Puskesmas. Sebab, anggaran akreditasi seharusnya disiapkan oleh dinas kesehatan Kabupaten Kupang.

Maria Da Costa, salah satu bidan yang bertugas di Puskesmas Tarus mengaku tidak puas dengan kebijakan dari Kepala Puskesmas yang memotong jasa medis mereka tanpa melalui persetujuan dirinya dan beberapa bidan lainya.

“Awal pemotongan jasa medis kami terjadi pada bulan April tahun 2018, jasa medis dipotong sebesar Rp 50 juta. Dan disetujui oleh semua tenaga medis di puskesmas Tarus,” kata Maria, Minggu (29/7/2018).

Para tenaga medis menolak dipotong jasa medis karena sesuai Juknis Kemenkes, semua Puskesmas harus diakreditasi untuk dapat bekerja sama dengan BPJS. Dan pada tahun 2019 semua Puskesmas sudah harus terakreditasi. Pada kesempatan Itu, Kepala Puskesmas berjanji hanya akan ada sekali pemotongan jasa medis.

“Namun, janji Kepala Puskesmas tidak ditepati. Ada lagi pemotongan Jasa Jaminan kesehatan kabupaten Kupang (Jk3) sebesat Rp 23 juta,” ujarnya.

Maria mengaku bersama rekannya melakukan protes setelah mengetahui adanya pemotongan jasa medik.

Pada rapat yang dilakuka pada 11 Juni 2018, dirinya protes keras atas pemotongan jasa JK3 dan mereka meminta Kepala Puskesmas mempertanggungjawabkan pemotongam awal sebesar Rp 50 juta. Namun mereka tidak mendapat penjelasan yang rinci dan rapat tersebut berakhir ricuh karena pertengakaran yang hebat.(DA)