PT Nestle Nyatakan Patuh BPOM Tentang Aturan SKM

PT Nestle Nyatakan Patuh BPOM Tentang Aturan SKM

Ist

SHNet, PASURUAN –  PT Nestle Indonesia selaku salah satu produsen susu terbesar di Indonesia menyatakan mematuhi aturan BPOM (Baan Pengawas Obat dan Makanan) mengenai ketentuan susu kental manis (SKM).

“Dalam mempromosikan SKM produk kami tidak pernah menampilkan anak-anak usia dibawah 5 tahun. Kami juga berusaha komitmen mengenai kadar gula, garam dan fat (lemak) dari semua produk Nestle,”  tegas Direktur Legal and Corporate  Affair PT Nestle Indonesia, Debora Tjandrakusuma, menjawab SHNet, dalam acara Safari Jurnalistik yang diselenggarakan PWI, Rabu (4/7).

Memposisikan diri sebagai produsen susu untuk keluarga, PT Nestle memproduksi SKM dengan merek Cap Nona dan Carnation sebagai pelengkap rasa atau topping pada makanan dan minuman.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan masyarakat, Nestle terus berupaya menurunkan kandungan gula, garam dan lemak. Bahkan, pabrik Nestle di Malaysia baru-baru ini menemukan pemanis buatan dengan kadar kalori sangat rendah namun memiliki rasa manis yang sama dengan gula. Produk baru ini dikenal dengan nama Gaung Kosong. “Gaung Gosong mulai diproduksi Nestle di Malaysia, dan akan segera dikembangkan di Indonesia,” ungkap Debora.

Seperti diketahui, BPOM telah mengeluarkan surat edaran Tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3), yang melarang produsen SKM menampilkan anak-anak dibawah 5 tahun, larang menggunakan visualisasi yang menyetarakan SKM dengan produk susu lainnya sebagai penambah atau pelengkap gizi.

Kandungan SKM diketahui berbeda dengan susu jenis lain. Kandungan gulanya cenderung lebih tinggi karena diperuntukkan sebagai pendamping makanan. Jika dikonsumsi terlalu banyak, dapat menimbulkan efek samping bagi perkembangan anak. Misalnya obesitas dan diabetes sejak dini.

Kuasai 55% Produk Susu Di Jatim

Beroperasi di Indonesia sejak tahun 1971,  pabrik pengolahan susu yang semula bernama PT Food Specialities Indonesia itu, saat ini berhasil menguasai 55% produk susu di Jawa Timur. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 23 hektar di kawasan Kejayan Pasuruan itu mampu mengolah 600 ribu liter susu segar per hari . Produk yang dihasilkan antara lain Carnation, Dancow, Bear Brand  dan  SKM Cap Nona.

Susu segar yang diolah Nestle berasal dari 27 ribu peternak sapi perah yang tersebar di Jatim. Mereka tergabung dalam 42 koperasi susu. Debora menambahkan, untuk menghasilkan produk susu berkualitas, tim Milk Procurement and Dairy Development (MPDD) Pabrik Kejayan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para peternak susu untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar yang dihasilkan, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para peternak.

Kerjasama Nestle dengan peternak sapi di daerah Jawa Timur  berlangsung sejak 1975. Koperasi susu pertama yang bekerja sama dengan Nestle adalah Koperasi SAE di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.Kala itu, produksi susu Kop SAE baru sekitar 160 liter perhari. “Sekarang, peternak-perternak Kop SAE sudah  mampu menghasilkan 5000 liter per hari,” imbuhnya.

Untuk keberlangsungan produksi susu dari peternak,  Nestle juga melakukan berbagai upaya pengembangan. Antara lain, menjaga keberlanjutan air melalui aksi menanam lebih dari 60.000 pohon yang tersebar di seluruh Jawa Timur,  serta membuat lebih dari 1.600 lubang biopori, baik di pabrik maupun di komunitas sekitar pabrik. Peternak sapi perah juga mendapat bimbingan dalam pengelolaan limbah ternak menjadi biogas. (EKA)