Petani Rote Ndao Mengeluh Kelangkaan Pupuk

Petani Rote Ndao Mengeluh Kelangkaan Pupuk

 

SHNet, KUPANG-Hampir sebagian besar petani di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh karena kesulitan memperoleh pupuk baik bersubsidi maupun non subsidi.

Para petani mengenang kembali bahwa sebelum adanya kebijakan pemerintah tentang pupuk bersubsidi untuk petani, pupuk bukan barang yang langka karena mudah didapat sebab bisa dibeli di toko-toko atau tempat usaha lainnya.

Joni Anin, warga Desa Suebela, Kecamatan Rote Tengah kepada SHNet mengatakan untuk memperoleh pupuk, petani harus mengusulkan melalui Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibentuk oleh kelompok tani. Masalahnya adalah, tidak semua petani (sawah) masuk dalam kelompok karena jumlah anggota kelompok tani juga terbatas.

“Kami kelompok tani di Dusun Saendale sudah usul sejak 2016, tapi sampai dengan 2018 belum realisasi karena sampai sekarang tidak ada pupuk. Petani di Rote kesulitan pupuk,” kata Joni, Kamis (12/7/2018).

Sejak 2016-2018 hasil panen petani di wilayah itu menurun karena kelangkaan pupuk. Biasanya petani mengusulkan melalui RDKK namun pupuk tidak direalisasi sesuai waktu kebutuhan petani dan masa pertumbuhan tanaman padi, tetapi bisa dalam jangka waktu satu tahun. Padahal, sebelum memperoleh pupuk, petani lebih dulu menyetor uang sesuai harga pupuk. Tidak hanya itu, petani terkadang memperoleh pupuk setelah masa panen.

Joni berharap hal ini menjadi perhatian pemerintah agar petani bisa memperoleh pupuk pada musim tanam tahap kedua tahun 2018.

“Dua tahun berturut-turut hasil panen petani di wilayah itu sangat menurun karena masalah pupuk,” ujarnya.

Joab Lakabela, warga Kecamatan Lobalain menambahkan sejak tahun lalu uang yang disetor mencapai Rp 3 juta untuk membeli pupuk melalui kelompok tani. Namun, hingga saat ini dia belum mendapat pupuk dan uang juga tidak dikembalikan.

“Tahun lalu saya setor uang sekitar 3 juta tapi sampai sekarang tidak dikasih pupuk dan uang juga hilang,” katanya.(DA)