Perkara 15 Januari

Perkara 15 Januari

Ramadi Dan Subroto Diajukan Ke Pengadilan Setelah Hariman

Jakarta, 18 Juli 1974 – Jaksa Agung Ali said SH Kamis siang mengungkapkan perkara yang akan diajukan ke pengadilan dalam hubungannya dengan peristiwa 15 Januari. Perkara pertama ialah perkara Hariman yang sudah dilimpahkan ke pengadilan.

Perkara kedua dan ketiga yang akan diserahkan berturut-turut setelah perkara Hariman disidangkan ialah pertama perkara Ramadi dan perkara yang ada hubungannya dengan Mardanus. Perkara ketiga ialah perkara Subroto seorang pengusaha atau swasta.

Hal itu diungkapkan Jaksa Agung selesai menemui Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Kamis siang.

Tuduhan
Tuduhan terhadap mereka ialah : Satu – sesuai dengan pasal 1 ayat 1 sub a. Undang-undang no. 11/PNPS/1961. Kedua, sesuai dengan KUHP No. 107, 108 dan 110 yang menyangkut makar dan subversi.

Diungkapkan selanjutnya bahwa pada perkara Hariman akan diajukan kurang lebih tujuh orang saksi. Memberikan komentar tentang ukuran kakap dan teri Jaksa Agung tidak membenarkan adanya ukuran seperti ini.

Dalam pada itu Jaksa Tinggi Jakarta Sugiri SH Rabu siang menyatakan kepada “SH” bahwa Jaksa Penuntut Umum telah ditentukan yaitu Kepala Bagian Operasi Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat PH. Rompas SH “dan sebagai Jaksa penggantinya Pismal Pohan SH dari Kejaksaan Tinggi Jakarta Raya”.

Jaksa Agung menegaskan bahwa setiap perkara yang akan diajukan ini akan merupakan unsur yang penting dalam rangka mengungkap peristiwa “15 Januari”.

Atas pertanyaan Jaksa Agung membenarkan bahwa pelaku yang akan diajukan ini dapat dituntut hukuman mati. Kepada Presiden juga dilaporkan meningkatnya trend penyelundupan kayu ke luar negeri pada 2-3 bulan terakhir ini, yang terbanyak dikatakan adalah dari Kalimantan Barat.

Kapal lari
Juga dilaporkan tentang larinya kapal Kihock Singapura semasih dalam tahanan di Palembang
Jaksa Agung mengatakan kapal berbendera Panama ini beberapa waktu yang lalu tertangkap basah menyelundupkan barang-barang lux tekstil dan kelontong tanpa manifes.

Nilai barang yang diselundupkan sekitar 10 juta rupiah.
Kapal ini kemudian dilepaskan dengan perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Alasan dilepaskan kata Ali Said ialah agar jangan sampai mengganggu prasarana pengangkutan.

Tapi belum sampai seminggu kemudian kapal yang sama yang diageni oleh perusahaan Samudera Indonesia ini mengulangi perbuatannya di pelabuhan yang sama yaitu di Palembang.
Kemudian kapal itu ditangkap tapi yang aneh, demikian Ali Said, besok harinya yaitu Sabtu 13 Juli yang lalu dapat melarikan diri.

Pengejaran sedang dilakukan baik di Muara sungai Musi maupun di Karimun Riau. Kapal ini adalah milik Kihock Company Singapura. (SH)