Menpar Kunjungi Destinasi Digital di Desa Wisata Bilebante

Menpar Kunjungi Destinasi Digital di Desa Wisata Bilebante

Menteri Pariwisata Arief Yahya tengah menikmati kuliner saat berkunjung ke Pasar Pancingan di Desa Wisata Bilebante, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Lombok Tengah- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengunjungi Pasar Pancingan yang terletak di Dusun Tapon Timur, Desa Wisata Bilebante, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin.

Ini kali pertama, Menpar berkunjung langsung ke destinasi digital yang dikelola oleh anak-anak muda lewat Generasi Pesona Indonesia (GenPI). Dalam kunjungannya ini, Menpar sempat berinteraksi dengan para pedagang dan pengunjung Pasar Pancingan.

“Karena saya ingin, pariwisata itu mensejahterakan rakyat. Itu tujuan utamanya,” ujarnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pasar Pancingan yang sudah berlangsung ke-26 kali dimana eksistensinya telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bilebante.

Dia juga menjanjikan akan mendukung penuh penyaluran Kredit Usaha Rakyat dan Kredit Usaha Perbankan bagi para pedagang yang memiliki usaha di bidang pariwisata.

Menurutnya, Pasar Pancingan menjadi salah satu desa wisata di Pulau Lombok yang menjanjikan. Terlebih, mereka mengandalkan, mengembangkan, membangun dan menjual objek pariwisata secara digital.

Dengan begitu, kata Arief wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia berdatangan. Menpar pun tidak bisa menutup mata, sehingga perlu dilakukan intervensi. Harapannya, kunjungan wisatawan semakin meningkat, roda ekonomi masyarakat naik dan keamanan semakin baik.

“Kami merekomendasikan pemberian KUR, kepada 12 UMKM di pasar Pancingan ini,” serunya, dihadapan Kepala Dispar NTB HL Moh Faozal, Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin, Kepala Disbudpar Loteng HL Muhammad Putrie, dan  Ketua PHRI NTB Lalu Abdul Hadi Faishal.

Di hari yang sama, Menpar juga menyempatkan diri berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dia berharap, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi sentral koordinasi yang bertujuan mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

KEK Mandalika, Lombok, yang merupakan salah satu dari 10 Destinasi Prioritas. Menpar Arief meminta UMKM di KEK Mandalika di diberdayakan, salah satunya dengan pemberian modal, untuk mendukung Mandalika menjadi destinasi kelas dunia. “Kita harapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan pariwisata akan lebih cepat tumbuh dan berkembang,” kata Arief Yahya.

Selain meninjau kios-kios UMKM di Mandalika, Menpar juga berkomitmen untuk memfasilitasi para pedagang untuk mendapatkan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat khusus pariwisata dari sejumlah bank BUMN. Kawasan bisnis UMKM ini nantinya akan diberi nama The Bazaar Mandalika yang menjual berbagai produk UMKM sebagai bentuk tanggungjawab sosial terhadap warga sekitar khususnya.

Kunjungan kali ini merupakan kelanjutan dari kunjungan kerja (kunker)sebelumnya pada 17 November 2017 saat Menpar meninjau perkembangan pembangunan UMKM ITDC atas arahan Presiden agar Destinasi Wisata memiliki fasilitas untuk menampung UMKM yang layak dan berkualitas. (Stevani Elisabeth)