Menpar: Isu Lingkungan jadi Perhatian Utama Pariwisata

Menpar: Isu Lingkungan jadi Perhatian Utama Pariwisata

Para finalis Miss Earth Indonesia 2018 berfoto bersama dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya, di di Kantor Kementerian Pariwisata, Kamis (5/7). (Dok. Humas Kemenpar)

SHNet, Jakarta-Pembangunan pariwisata tidak lepas dari kerusakan lingkungan. Namun Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan harus ditekan sekecil mungkin.

“Pariwisata merupakan sektor yang paling kecil menimbulkan kerusakan karena prinsip pembangunan pariwisata adalah suistainable atau berkelanjutan. Lingkungan yang terjaga merupakan aset bagi pariwisata untuk mendatangkan wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya menjawab pertanyaan salah satu finalis Miss Earth Indonesia (MEI) 2018 dalam acara 30 Finalis MEI 2018 bertemu Menpardi Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Kamis (5/7).

Menpar Arief Yahya menggambarkan bagaimana pariwisata concern terhadap sustainable tourism, contohnya masyarakat sekitar hutan yang mengelola lahan hutan untuk kegiatan pariwisata. “Misalnya dari 1.000 hektar hutan, yang dikelola sekitar 10% atau 100 hektar dari lahan itu hanya 10 hektar ada tapak bangunan. Ini artinya, hanya 1% yang digunakan oleh pariwisata sedangkan 99% menjadi aset yang harus dipelihara agar menjadi daya tarik untuk didatangani wisatawan,” kata Menpar Arief.

Miss Earth Indonesia (MEI) 2018 diselenggarakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia melalui EL JOHN Pageants dan didukung Kemenpar serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tahun ini, MEI 2018 memasuki tahun ke-6 dengan mengangkat tema ‘The Real Implementation of Sustainable Development’

CEO El John Indonesia Johnnie Sugiarto mengatakan, saat ini banyak video yang diviralkan untuk memojokkan Indonesia, seperti sampah dan banjir. Belum lagi masalah pembangunan. “Sudah sukses membranding, tapi kalau tidak dikelola dengan baik, seperti peristiwa di Danau Toba, bisa jadi kebalikan dan memojokan kita,” ujarnya.

Untuk itu, ajang Miss Earth Indonesia sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Ia menjelaskan, saat ini para finalis MEI 2018 memasuki karantina dimulai pada 25 Juni 2018 di Ibis Budget Hotel Jakarta Daan Mogot ditandai dengan acara welcome dinner. Selama karantina mereka mendapat pembekalan di bidang lingkungan, public speaking, pariwisata, dan kecantikan. Rangkaian acara MEI 2018 akan ditutup dengan acara Grand Final Miss Earth Indonesia 2018 yang berlangsung di Sun City Grand Ballroom Jakarta pada 6 Juli 2018. (Stevani Elisabeth)