Mendagri : Pemimpin Jangan Abaikan Desa 

Mendagri : Pemimpin Jangan Abaikan Desa 

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam acara Launching Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa," di Bandar Lampung, Rabu (18/7). (Ist)

SHNet, Bandar Lampung – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta pemimpin tidak meremehkan desa. Sebab, mayoritas penduduk Indonesia ada di desa-desa. Bahkan, seseorang tidak bisa jadi pemimpin di tingkat daerah maupun pusat jika tanpa dukungan masyarakat desa.

” Maka kalau ada bupati tak anggarkan dana  untuk desa, itu  kebangetan,” kata Tjahjo saat Launching Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa,” di Bandar Lampung, Rabu (18/7). Tjahjo didampingi Dirjen Bina Pemerintahan Desa Nata Irawan.
.
Pernyataan Tjahjo itu langsung disambut gegap gempita oleh para kepala desa dan perangkat desa yang hadir di acara tersebut. Tjhajo menambahkan, sebentar lagi tahapan pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden akan segera dibuka. Jika tak ada aral melintang, pada bulan Agustus nanti, partai atau gabungan partai sudah harus mendaftarkan pasangan capres dan cawapres.

” Ini sudah memasuki tahap konsolidasi demokrasi. Seperti diketahui pada  2015  2017 dan 2018 Pilkada telah dilaksanakan dengan tuntas. Walau mungkin ada gugatan di MK, tapi secara keseluruhan berjalan aman,” katanya.

Ia sebagai Mendagri atas nama pemerintah, merasa perlu mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan pilkada serentak 2018. ” Pemerintah tiap hari kita terus melakukan konsolidasi, dan mengevaluasi agar Pilkada aman. Dan pemilihan di 171 daerah yang wakili mayoritas pemilih berjalan lancar dan baik,” ujarnya.

Tjahjo mengingatkan, hukumnya tegak lurus bagi aparatur pemerintahan dari pusat hingga daerah. Siapa pun presiden dan dari mana pun asal partainya. Hukumnya tegak lurus. Tak boleh ada yang mbalelo.

” Jadi siapa pun  presidennya,  dari mana pun partainya, bagi aparatur wajib hukumnya tegak lurus kepada pimpinannya. Siapa pun pimpinannya,  sebagai  bagian sistem pemerintahan negara dari pusat,  daerah sampai desa. Ini harus jadi komitmen kita,” katanya. (TH)