Mahasiswa Bandung Bergerak Tuntut Koruptor Ditindak Cepat

Mahasiswa Bandung Bergerak Tuntut Koruptor Ditindak Cepat

Manipulasi Di Telkom, PN Pupuk Pertani, Dinas Agama, Penyelewengan Bimas Digarap Kejaksaan

Bandung, 17 Juli 1970 – Usaha pemberantasan korupsi di Jawa Barat pun telah menjadi perhatian Barisan Mahasiswa “Bandung Bergerak” dari berbagai Perguruan Tinggi yang menginginkan koruptor ditindak secara tegas.

20 orang mahasiswa yang merupakan delegasi inti dari mahasiswa “Bandung Bergerak” Kamis kemarin telah mendatangi Jaksa Tinggi Jawa Barat Kohar Hary Soemarno SH dan terus kepada Ketua DPRGR Provinsi Jabar Rachmat Sulaeman, dimana delegasi tersebut telah menanyakan serta meminta pertanggungan jawab tantang bagaimana penyelesaian perkara korupsi yang terjadi di Jawa Barat.

Jaksa Tinggi Jawa Barat Kohar Hary Soemarno SH mengemukakan, bahwa semua perkara korupsi di Jawa Barat pemeriksaannya berjalan lancar, sekalipun undang-undang korupsi masih dirasakan lemah. Sampai kini pihak Kejaksaan tidak mendapat kesulitan didalam mengajukan perkara korupsi, asalkan semua perkara itu berdasarkan fakta dan data yang benar.

Dalam usaha memberantas praktek korupsi yang memang sudah merajarela dan parah itu, kata Jaksa Tinggi, pihak Kejaksaan sangat menantikan bahan yang benar dari para mahasiswa.

Berbicara tentang aktivitas Kejaksaan Tinggi Jawa Barat didalam memberantas korupsi, menurut Jaksa Tinggi Kohar SH, sampai kini sudah ada 23 perkara korupsi besar yang merugikan negara sekitar Rp. 300 juta terselesaikan dan tidak kurang dari 14 perkara lainnya yang besar seperti perkara PN Telkom, Pupuk PN Pertani, Dinas Pendidikan Agama dan 120 perkara penyelewengan Bimas masih dalam garapan Kejaksaan.

Sikap DPRD
Dalam pada itu Ketua DPRdGR Provinsi Jawa Barat Rachmat Sulaeman mengemukakan bahwa sikap Dewan dan para mahasiswa didalam menghadapi korupsi sebenarnya sejalan, namun hanya berbeda didalam penyelesaian operasionilnya saja.

Dikemukakannya pula, bahwa pihak dewan pun menginginkan lenyapnya praktek korupsi karena dengan hilangnya koruptor tersebut berarti akan mempercepat proses pembangunan yang sudah lama dinantikan oleh rakyat. Demikian antara lain Rachmat Sulaeman. (SH)