LAPAN Jadi Pusat Data Penginderaan Jauh

LAPAN Jadi Pusat Data Penginderaan Jauh

Kepala LAPAN Thomas Jamaluddin. (tengah). (SHNet/stevani elisabeth)

 

SHNet, Depok- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Jamaluddin mengatakan, saat ini LAPAN telah memiliki bank data penginderaan jauh. Hal ini menjadikan LAPAN sebagai pusat data penginderaan jauh.

“LAPAN bisa memberikan layanan kepada kementerian atau lembaga bahkan pemerintah daerah secara gratis,” ujarnya di sela-sela Seminar nasional Penginderaan Jauh ke-5, di Margo Hotel Depok, Selasa (31/7).

Ia menjelaskan, penginderaan jauh fokus pada sistem pemantauan sumber daya alam berbasis Iptek. Data penginderaan jauh ini dapat digunakan antara lain untuk rencana tata ruang, pemantauan zona penangkapan ikan termasuk pemantauan lahan ganja yang biasanya ada di tengah hutan.

“Dengan citra satelit kita bisa melihat ciri-ciri lahan ganja. Beberapa kali operasi penemuan lahan ganja ditemukan dengan citra satelit,” kata Thomas.

Deputi Penginderaan Jauh LAPAN Orbita Roswintiarti menjelaskan, data itu adalah sejarah. Jika tidak punya data, maka hilanglah sebagian sejarah kita. Menurutnya, penginderaan jauh dibutuhkan untuk mendeteksi wilayah Indonesia yang luas dalam hal penyediaan data.

Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Iptek dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Amich Alhumami mengatakan, penginderaah jauh dengan satelit penting untuk kementerian dan lembaga dalam menjalankan program-program pembangunan.

Selain itu investasi penginderaan jauh lebih efisien dan cakupan datanya banyak. “Jadi tidak perlu beli data lagi,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)